Wednesday, 25 October 2017

Hak Prerogatif Alloh

Hasil gambar untuk hak prerogatif AllahAlloh tidak berjanji bahwa setiap usaha selalu membuahkan kesuksesan. Rajin belajar pasti nilainya bagus, begitupun giat berkerja pasti kaya. Sebuah hasil berupa kesuksesan, kepintaran ataupun kekayaan, sepenuhnya hak prerogatif Alloh. Ketika manusia hanya berfikir tentang kesuksesan atau pun hasil akhir, maka yang terjadi adalah depresi. Alloh tidak akan meminta pertanggungjawaban hasil yang diperoleh, melainkan Alloh akan memintai pertanggungjawaban bagaimana proses meraih hasil tersebut dilakukan.
Misalnya, Alloh tidak akan memintai pertangggungjawaban, mengapa hidup kita koq miskin, atau koq kaya. Tapi Alloh akan memintai pertanggungjawaban bagaimana proses kita bisa kaya, bagaimana usaha kita agar dapat keluar dari kemiskinan. Atau dalam konteks belajar, Alloh tidak akan memintai pertanggungjawaban koq nilai ujiannya jelek atau bagus. Alloh akan memintai pertangungjawaban bagaimana usaha kita memperoleh nilai bagus tersebut. Apakah dengan mencontek atau dengan belajar sungguh-sunnguh.



Prinsip sederhana ini diharapkan dapat difahami oleh orang tua, guru ataupun siswa yang bersangkutan. Sebab fakta yang seringkali ditemukan, nilai diatas kertas lebih berharga daripada kejujuran. Orangtua maupun guru terkesan memaksa dan menekan anak untuk mendapat nilai yang bagus. Tekanan yang diberikan orang tua ataupun guru, mendorong anak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang bagus. Mencontek merupakan solusi instan yang diminati siswa.
Sebuah nilai atau hasil dapat menjadi cerminan seberapa besar  usaha yang dicurahkan. Selain kita harus yakini bahwa hasil akhir adalah hak preoregatif Alloh, yang maha Menentukan. Namun, manusia juga wajib memenuhi kaidah kausalitas, dimana setiap keinginan, harus disertai usaha. Jadi hal yang harus digarisbawahi adalah sebagai manusia kita wajib berusaha mewujudkan apa yang kita inginkan secara terarah, dengan semaksimal mungkin. Masalah hasil, biarlah menjadi urusan Alloh, kita harus ikhlas menerimanya. Kalaupun hasil yang diinginkan tidak sesuai yang diharapkan, yakinlah usaha yang sudah kita upayakan tidak akan sia-sia, usaha tersebut tercatat rapih sebagai cacatan amal kebaikan.  Setiap hasil yang diperoleh, apapun itu, yakinlah hal itu yang terbaik untuk kita saat itu. 

No comments:

Post a Comment