Wednesday, 13 May 2015

Pengaruh Gaji Terhadap Motivasi Guru dalam Mengajar (V)



Pada kenyataannya gaji untuk guru sudah naik, pemerintah pun telah menetapkan harapan terhadap peningkatan kinerja guru, namun hasilnya belum cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan data yang berasal dari Balitbang pada tahun 2013. Rendahnya profesionalitas guru di Indonesia dapat dilihat dari kelayakan guru mengajar. Menurut Balitbang Depdiknas, guru-guru yang layak mengajar
untuk tingkat SD baik negeri maupun swasta ternyata hanya 28,94%. Guru SMP negeri 54,12%, swasta 60,99%, guru SMA negeri 65,29%, swasta 64,73%, guru SMK negeri 55,91 %, swasta 58,26 %. (http://www.infodiknas.com/)

       Begitupun dengan hasil prestasi siswa, memang ada kenaikkan, namun ada pula penurunannya. Berikut data hasil nilai rata-rata beberapa mata pelajaran yang diujikan dalam UN siswa DKI jakarta dari tahun 2010-2014, dimana kenaikan gaji guru sudah terjadi:
Indikator
TAHUN
2010
2011
2012
2013
2014
Jenjang SD
6,75
7,07
7,50
7,68
6,79
Jenjang SMP
6,85
6,93
7,66
7,45
7,28
Jenjang SMA
6,86
7,85
7,23
7,29
7,61
Jenjang SMK
7,19
8,76
7,78
6,99
7,35
Sumber : UPT PDSIP 18-03-2015
       Sangat kontras nasib guru di Jakarta, yang gajinya sudah lebih dari cukup  dengan apa yang dialami guru bernama Drs. La Ramidu. Pria yang usianya sudah masuk senja itu belum pernah sekalipun merasakan berbagai apresiasi negara terhadap keringatnya yang sudah ia kucurkan selama 24 tahun. Guru di pedalaman Pasarwajo, Buton ini tetaplah seorang yang miskin, dan tanpa tanda jasa. Dalam sehari, harus menempuh perjalan hingga 20 km demi mengabdikan diri untuk kecerdasaran generasi bangsa. “Saya hanya bisa katakan pada masyarakat bahwa ilmu, kalau masih dibutuhkan harus disalurkan, nanti Tuhan yang bayar. Jadi untuk mencukupi kebutuhan keluarga, setiap pulang mengajar saya ke kebun bertani jagung dan ubi kayu. “Kalau tidak seperti itu, mau makan apa tiga anak saya?” tuturnya sambil tersenyum simpul. Baginya, menjadi tenaga pengajar merupakan cara terbaik bersedekah dan beramal dimana melalui mengajar pendidik akan semakin dekat kepada Sang Maha Pencipta. (http://kendarinews.com/).

       Masih banyak lagi, kisah inspirasi guru-guru yang ikhlas menjalani profesinya dengan segenap jiwa raganya, meskipun gaji yang di terima belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kekurangan tidak lantas menjadikan mereka surut, justru kreativitas mereka terpacu untuk tetap memberikan yang terbaik untuk siswanya dalam keterbatasan kehidupannya. 
Silahkan dilanjut ke bagian 6

No comments:

Post a Comment