Wednesday, 6 May 2015

Pengaruh Gaji Terhadap Motivasi Guru dalam Mengajar (IV)




Gaji guru sudah dinaikkan, pemerintah berharap guru akan lebih profesional dalam menjalankan fungsinya. Kenyataan dilapangan, masih banyak temuan guru absen dalam mengajar, siswa tidak mendapatkan hak nya untuk dididik dan mendapatkan pengajaran. Seperti yang dikemukakan kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rudi Sabarudin. “Ada laporan kepada kami bahwa ada beberapa guru jarang hadir di sekolah dengan alasan tertentu dan kami akan menindak tegas masalah ini,” tutunya saat dikonfirmasi Radar Bekasi.
Beliau mengaku, saat ini sedang mendata jumlah guru yang jarang masuk kantor. Pihaknya tidak segan akan memberikan sanksi berat bagi guru maupun kepsek yang Indisipliner.“Kami menginginkan mereka sebagai pendidik juga memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan amanat dan tugas mulia yang mereka emban,” katanya. (http://www.gobekasi.co.id/, 24 Maret 2015)
       Jika oknum guru melakukan seperti itu, apakah mereka masih layak disebut pahlawan tanpa tanda jasa? atau berubah menjadi pahlawan dengan banyak jasa? Sederet tunjangan diberikan, mulai dari sertifikasi, tunjangan daerah terpencil, dan gaji yang terus naik, tanpa diiringi kompetensi yang sesuai.
       Kinerja seseorang, dalam hal ini guru dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: ability, capacity, help, incentive, environment dan validity (Noto Atmojo, 1992 dalam dokumen PMPTK, 2008). Ability diartikan kemampuan pembawaan/bakat alami seorang guru, hal ini terkait dengan passion. Seorang guru dapat diberi kesempatan untuk mengajar saja, sudah senang, meskipun tidak digaji. Capacity diartikan kemampuan yang dapat dikembangkan. Seorang guru yang memang senang mengajar, akan lebih terasah kemampuannya dan berkembang lebih baik, apabila diberikan pelatihan dalam skill mengajar. Help diartikan bantuan untuk terwujudnya kinerja seorang guru. Dalam rangka menyukseskan dunia pendidikan, guru tidak bisa sendiri. Guru butuh support yang lainnya, seperti sarana dan prasarana. Incentive dibutuhkan sebagai tambahan energi(motivasi) bagi guru. Insentif dapat berupa material (gaji dan bonus) maupun non material (penghargaan). Environment merupakan lingkungan tempat guru beraktivitas. Lingkungan yang kondusif, mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan, sehingga dapat memaksimalkan kinerja seorang guru. Validity diartikan sebagai petunjuk dan uraian kerja. Kurikulum dan sederet kebijakan pemerintah yang harus dilaksanakan oleh seorang guru, hendaknya disertaipetunjuk pelaksanaan yang jelas. Sehingga guru mengetahui dengan pasti, apa yang diharapkan pemerintah.
       Standar kinerja perlu dirumuskan untuk dijadikan acuan dalam mengadakan penilaian, yaitu membandingkan apa yang dicapai dengan apa yang diharapkan. Standar kinerja dapat dijadikan patokan dalam mengadakan pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dilaksanakan. (dokumen PMPTK, 2008)
        Lanjut lagi ke bagian 5. silahkan ... ^^

 

No comments:

Post a Comment