Wednesday, 4 February 2015

Konstrak Motivasi (4)



    1.   PENGUKURAN
       Sebelum mengukur motivasi belajar, sebaiknya kita tetapkan terlebih dahulu indikator-indikator yang dikatakan bahwa seorang siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi atau tidak. Menurut (Keke T. Aritonang  2008 dalam edward, 2015)
motivasi belajar siswa meliputi beberapa dimensi yang dapat dijadikan indikator;
A.    Ketekunan dalam belajar (subvariabel)
1)      Kehadiran di sekolah (indikator)
2)      Mengikuti PBM di kelas (indikator)
3)      Belajar di rumah (indikator)
B.     Ulet dalam menghadapi kesulitan (subvariabel)
1)      Sikap terhadap kesulitan (indikator)
2)      Usaha mengatasi kesulitan (indikator)
C.     Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar (subvariabel)
1)      Kebiasaan dalam mengikuti pelajaran (indikator)
2)      Semangat dalam mengikuti PBM (indikator)
D.    Berprestasi dalam belajar (sub variabel)
1)      Keinginan untuk berprestasi (indikator)
2)      Kualifikasi hasil (indikator)
E.     Mandiri dalam belajar (sub variabel)
1)      Penyelesaian tugas/PR (indikator)
2)      Menggunakan kesempatan di luar jam pelajaran (indikator)
       Dalam menilai motivasi pada siswa diperlukan aspek-aspek yang terukur.
Karena motivasi merupakan salah satu konstrak psikologi, yang dapat dibuatkan instrumen pengukurannya. Ada berbagai teori motivasi yang digunakan oleh para pembuat instrumen penelitian, salah satunya yang cukup bagus mendeskripsikan minat dan motivasi belajar adalah (Keller, 1987 dalam reese, 2010).
       John Keller berdasarkan model yang diajukannya telah membuat sebuah instrumen pengukur minat dan motivasi belajar. John Keller, 1987, mendeskripsikan minat belajar dan motivasi belajar siswa melalui 4 komponen utama, sesuai dengan nama model yang disuguhkan ARCS (Attention, Relenvace, Confidence, Satisfaction), atau dalam bahasa Indonesia : Atensi (perhatian), Relevansi (kesesuaian), Kepercayaan diri, dan Kepuasan.




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
       Manusia, termasuk siswa dalam melakukan sesuatu memiliki tujuan yang jelas. Semakin jelas tujuan seseorang, semakin besar pula motivasi yang dimilikinya. Motivasi adalah energi yang mampu mendorong dan mengarahkan seseorang untuk dapat bergerak mewujudkan impiannya. Motivasi ada yang berasal dari dalam diri (intrinsik), juga ada yang berasal dari luar diri (ekstrinsik).
       Dengan mengetahui apa dan bagaimana motivasi bekerja, kita dapat membangun dan mempertahankan motivasi agar selalu ada dalam diri kita. Karena kecendrungan motivasi adalah berfluktuatif. Motivasi yang tinggi mampu menjadi bahan bakar semangat siswa untuk terus berprestasi.

***

No comments:

Post a Comment