Wednesday, 18 February 2015

Konstrak motivasi (3)



     1.      PENGENDALIAN
       Salah satu rahasia umum dari motivasi adalah sulitnya menjaga konsistensinya, karena sifatnya cendrung berfluktuasi. Oleh sebab itu perlu dikendalikan, agar tetap dapat berfungsi sebagai pendorong dan pemberi arah tercapainya tujuan yang sudah ditetapkan diawal.

       Ada dua tipe orang kalau kita lihat dari cara individu termotivasi. Yang pertama adalah ia termotivasi kalau ingin mencapai sesuatu. Kita menyebut orang ini memiliki motivasi mendekati, atau moving toward. Contohnya, orang termotivasi untuk mendapatkan sesuatu, mendapatkan nilai tinggi, dia membayangkan orang tua mereka akan bangga dan memberikan hadiah berharga.
       Yang kedua adalah orang yang termotivasi jika akan kehilangan sesuatu atau akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ini kita sebut sebagai orang yang menjauh (moving away). Ia sangat termotivasi jika sesuatu yang negatif akan terjadi. Misalnya untuk  jika nilainya buruk, maka guru akan memberi hukuman. Oleh sebab itu ia akan termotivasi belajar agar tidak kena hukuman.
       Dua hal ini ada dalam diri kita, jika kita bisa memanfaatkan kedua dorongan ini dengan baik, tidak ada yang bisa menghentikan kita. Karena pikiran kita selalu bekerja dengan prinsip mencari nikmat menghindari sengsara. Mencari nikmat artinya kita menjalankan motivasi mendekati. Menghindari sengsara artinya kita menjauhi sesuatu. Secara alamiah, manusia akan lebih terdorong dari menghindari sengsara, salah satu penyebabnya adalah karena ia tidak mau kehilangan apa yang telah ia miliki.
       Gunakan dalam porsi yang tepat untuk membangun motivasi. Jika kita lebih “Mendekati”, berilah porsi yang lebih besar pada alasan mengapa kita perlu mencapai tujuan itu, apa kenikmatan dan manfaat yang bisa kita dapatkan. Sebaliknya, Jika kita lebih cenderung “Menjauhi”, gunakan alasan lebih banyak yang menjauhi, apa yang bisa diselamatkan, atau bisa tidak terjadi jika kita mencapai tujuan itu.
       Untuk menjaga agar tetap konsisten menjaga motivasi dan selalu terinspirasi menggapai apa yang menjadi tujuan hidupnya, diantaranya adalah:
1.      Sebagai mahluk yang terbatas, yang senantiasa bergantung pada Yang Maha Esa, kita harus terus berdoa memohon kepadaNya untuk selalu dimudahkan dalam urusan apapun yang ingin kita lakukan
2.      Mengembangkan serta membentuk mental gambaran yang jelas dan ringkas dari apa yang ingin kita raih maupun apa yang harus dilakukan. Simpanlah harapan itu dalam bentuk gambaran difikiran kita.
3.      Belajar bagaimana mengembangkan sebuah rencana dalam tindakan. Rencana atau bisa disebut mimpi tanpa disertai tindakan, sama dengan gagal. Kita harus membuat peta untuk mendapatkan apa yang diinginkan, bila tidak ingin tersesat dankehilangan tujuan.
Luangkan waktu untuk beristirahat dan bersantai, karena kita juga harus memiliki keseimbangan antara kebutuhan fisik dan obsesi yang ingin kita capai.

Lanjut untuk bagian terakhir yaa.. Tentang instrument cara pengukurannya... ^^

 

No comments:

Post a Comment