Wednesday, 11 February 2015

Konstrak Motivasi (2)



    A.  MACAM MOTIVASI

  Dalam membahas macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”. 



   1.     Motivasi Intrinsik

       Motivasi yang berasal dari dalam diri yaitu yang didorong oleh faktor kepuasan dan ingin tahu. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri, yang kemudian disebut juga dengan motivasi intrinsik. Sehingga tidak perlu rangsangan dari luar, semua berasal atas dasar kemauan sendiri. Ia terdiri daripada dorongan dan minat individu untuk melakukan suatu aktivitas tanpa mengharap ataupun meminta ganjaran.

       Motivasi intrinsik diwujudkan secara nyata, akan tetapi ada juga motivasi intrinsik yang dibentuk melalui proses pembelajaran dan pengalaman.  Contohnya, kebisaaan membaca buku cerita dan bermain alat musik merupakan gerakan motivasi intrinsik yang dibentuk berdasarkan pembelajaran dan pengalamannya.

       Pelajar yang cenderung ke arah motivasi intrinsik menyukai pekerjaan yang menantang. Mereka mempunyai insentif yang lebih untuk belajar memanfaatkan kepuasan diri sendiri daripada mengambil hati guru untuk mendapatkan nilai yang baik. Mereka lebih suka mencoba mengatasi masalah dengan sendirinya daripada bergantung pada bantuan ataupun bimbingan guru. Mereka juga menerapkan suatu sistem penilaian keberhasilan ataupun kegagalan yang mereka tetapkan sendiri secara bebas tanpa menungu arahan guru.
2.      Motivasi Ekstrinsik

      Motivasi yang berasal dari luar yaitu perangsang ataupun stimulus dari luar (sebagai contohnya ialah nilai, hadiah serta bentuk-bentuk penghargaan lainnya) adalah ‘motivasi ekstrinsik’. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Motivasi ekstrinsik diwujudkan dalam bentuk rangsangan dari luar yang bertujuan menggerakkan individu untuk melakukan suatu aktivitas.

       Namun jika melihat kajian tentang manusia, bahwa manusia itu hanya terdiri dari dua unsur, yaitu: fisik dan psikis. Maka pembagian motivasi cukup ada dua yaitu motivasi psikologis dan motivasi psikis yang mencakup motivasi spiritual. Motivasi spiritual selalu ada dan dapat dirasakan, seperti dorongan beragama, kebenaran dan keadilan, benci terhadap kejahatan, kebatilan, dan kedzaliman.

       Motivasi spiritual lebih dapat dijadikan dorongan sekaligus arahan untuk seseorang bertingkah laku berdasarkan keimanan yang diyakininya.  Konsep benar salah tidak lagi menjadi subjektivitas masing-masing individu, tapi mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Meyakini adanya alam akherat, dimana semua perbuatan kita di dunia akan dimintai pertangungjawaban. Menurut Maslow kebutuhan spiritual manusia merupakan kebutuhan alami yang integritas perkembangan dan kematangan kepribadian individu sangat tergantung pada pemenuhan kebutuhan tersebut.



3.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI

       Sebagai mana macam motivasi terbagi menjadi internal dan eksternal, maka faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi juga terdiri dari dua kelompok besar, yaitu yang bersifat internal dan eksternal.

Termasuk pada faktor yang mempengaruhi motivasi internal adalah:

1. Faktor Jasmaniah (fisiologis)

Yang termasuk faktor jasmani ini antara lain: pengelihatan, pendengaran, struktur tubuh, berfungsinya anggota tubuh dan sebagainya.

2.  Faktor Psikologis

Yang termasuk faktor psikologis antara lain:

·   Intelektual (level intelegensi, kemampuan berinisiatif, kreativitas)

·   Non intelektual (sikap, perasaan, minat, kondisi psikis, kondisi akibat keadaan sosiokultur)

Sedangkan faktor yang mempengaruhi motivasi eksternal siswa, antara lain adalah:

1.      Teman

2.      Kualitas guru pengajar

3.      Atmosfer sekolah/ tempat belajar

4.      Situasi lingkungan pada umumnya

5.      Sistem imbalan yang biasa diberikan orang tua atau guru sebagai bentuk apresiasi

lanjut lagi ke bagian 3 yaa... 

No comments:

Post a Comment