Wednesday, 28 January 2015

Fenomena kebencong-bencongan


http://www.santinabila.com/2015/01/fenomena-kebencong-bencongan.html
Berprilaku kebencong-bencongan kini semakin marak saja, bukan hanya di TV, para artis berperan sebagai bencong untuk menghibur pemirsanya. Namun, ternyata gaya laki-laki yang seperti wanita ini dibawa dalam pergaulan. Belum lagi bahasa gaul yang menirukan dan biasa digunakan oleh para bencong, kini menjadi kosakata ter up-date. Mungkin awalnya ini dianggap sesuatu yang lucu, semata untuk menghibur.
Namun, belakangan diketahui bahwa bukan gayanya saja yang ditiru, melainkan lengkap dengan pemenuhan hasratnya juga.

Wednesday, 21 January 2015

Salah Pergaulan


http://www.santinabila.com/2015/01/salah-pergaulan.html
Di usianya yang ke 14 tahun ini, ibu merasa putra kesayangannya jauh berubah. Ya, semenjank menginjak kelas VII (kelas 2 SMP) Andi berubah. Ia terlalu asyik bergaul dengan teman-temannya. Diawal perubahan, Sang ayah hanya menenangkan ibu agar tidak terlalu sensitif. “Harap dimaklum, Andi kini sedang masa puber, sedang mencari identitas dirinya”.

Wednesday, 14 January 2015

Mesin Pencetak Nilai


http://www.santinabila.com/2015/01/mesin-pencetak-nilai.html
Sebuah prinsip sederhana, apabila melakukan pekerjaan dengan perasaan senang, kemungkinan besar akan membuahkan hasil maksimal. Sayangnya prinsip sederhana ini tergilas roda kapitalis yang kejam. Menuntut hasil yang instan, jika tidak ingin harga dirinya menjadi korban. Semua diukur dengan pencapaian angka tertentu, masalah perasaan, norma agama dan etika menjadi nomer kesekian.

Wednesday, 7 January 2015

Membangkitkan Semangat Belajar


Mengapa saat bermain game anak-anak sangat bersemangat, meski terkadang game nya memiliki tingkat kesulitan tinggi? Sangat berbeda ketika mereka diminta untuk belajar/sekolah, perintah belajar seolah berubah menjadi tumpukan karung beras yang dilempar dipunggung untuk dipindahkan ke suatu tempat. Rasanya beraaaattt....