Wednesday, 17 December 2014

Ruang Kampus UI yang Dingin



http://www.santinabila.com/2014/12/ruang-kampus-ui-yang-dingin.html
Tepat pukul 07.00 tes pertama dimulai, saya masuk ke ruang Ujian yang berada di Gedung H, Fakultas FISIP. Ruangan yang saya rasakan amatlah dingin. Entah karena AC di pagi hari atau karena ketegangan dalam diri sendiri. Ntahlah... Panitia membagikan soal, didahului dengan tes TPA. Terdiri dari kemampuan verbal, kemampuan logika, dan kemampuan matematika.
Masing-masing jenis kemampuan memiliki waktu penyelesaian yang berbeda-beda. Dan kepada semua peserta, wajib mengikuti ketetapan soal apa yang harus dikerjakan waktu yang sudah ditentukan, "agar selesainya kompak mungkin". Nalar saya mencoba menganalisa

Syukur alhamdulillah, saya adalah seorang guru matematika, sehingga saya mampu menyelesaikan kemampuan matematika dengan baik, sedangkan soal kemampuan logika, ternyata merupakan salah satu bab matematika yang biasa saya ajarkan ke siswa SMA, berupa premis-premis beserta konklusinya. Sehingga kemampuan logika pun saya dapat selesaikan dengan baik. Untuk kemampuan verbal, sama sekali tidak masalah, hanya berupa persamaan dan perbedaan kata dalam bahasa Indonesia. Tes pertama selesai, diberikan waktu untuk istirahat 30 menit.

Masuk tes ke dua, bahasa Inggris. Saat soal saya buka, betapa mengerikannya soal tersebut, isinya sebagian grammer. Rasanya ada seekor naga yang keluar dari soal tersebut dan siap menyembur saya dengan apinya, hehehee...#lebay. Tapi tidak, saya ubah kecemasan saya dengan memberkan lagi-lagi senyum yang manis kepada lemabaran soal bahasa Ingrris. Meskipun saya mengerti apa maksud soal tersebut, namun kemampuan grammer bukan untuk menterjemahkan, melainkan untuk memilih bentuk kata yang pas dengan kalimatnya. Semua jawabannya sama. Hiks... kembali saya mencari soal yang saya mampu jawab, dan saya menemukan wacana yang panjang-panjang, paling sedikit satu halaman, malah ada yang sampai dua halaman. Huft... tidak masalah, daripada saya harus mengerjakan soal pendek tentang grammer namun saya tidak mengerti. Hehehee...

Setelah saya selesai mengerjakan soal berwacana panjang, perasaan saya sangat tenang. Tibalah saya untuk “menembak” jawaban soal-soal grammer berdasarkan feeling. Karena posisi kursi yang agak tinggi, memungkinkan kaki saya untuk menguncang-uncangkan kaki, sambil berzdikir dan bersalawat dengan tangan sibuk menebalkan Lembar Isian Kompuer yang sudah saya pilih berdasarkan naluri. Semua saya lakukan tanpa beban. Dan selesailah waktunya tepat jam 12.00.

Selesai sudah ikhtiar saya, tinggal tunggu keputusan yang akan diumumkan minggu depan nih... Mohon doanya yaa... InsyaAlloh minggu depan saya lanjutkan cerita serunya dengan judul "Pengumuman Itu Akhirnya Tiba"


No comments:

Post a Comment