Wednesday, 3 December 2014

Persiapan Simak UI




http://www.santinabila.com/2014/12/persiapan-simak-ui.html
Di blog ini, saya ingin mencatatkan sepenggal perjalanan hidup untuk kembali belajar di pendidikan formal. Ya... Melanjutkan S2 di Universitas Indonesia adalah impian yang sudah lama saya pendam.
Ketika dulu S1, saya belum beruntung masuk UI, dikarenakan salah strategi, saya mengambil jurusan Teknik Kimia yang jumlah peminatnya cukup banyak. Yah, mungkin memang belum nasib saya masuk kedalam komunitas "the yellow jacket".
Biasalah idealisme anak SMA, dari kelas IPA, inginnya ke fakultas yang eksak juga. Akhirnya saya kalah bersaing dengan ribuan siswa seluruh penjuru Indonesia yang memiliki keinginan yang sama. Yasudahlah...

Di penghujung tahun 2014 ini, tepat se-dasawarsa, keinginan itupun muncul kembali, keinginan untuk melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi. Tahun 2003 Lulus S1 dari Universitas Jayabaya Fakultas Teknik Industri jurusan Teknik kimia. Ditahun yang ini pula, hanya hitungan bulan saja, saya memantapkan diri untuk menerima lamaran laki-laki yang akan menjadi pendamping hidup saya selamanya. 

Saya pun menikah, dan artinya untuk sementara waktu cita-cita untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggipun terpaksa ditunda. Dengan menyandang status sebagai istri, tidak pantas rasanya jika biaya kuliah masih ditanggung orang tua. Karena sudah terjadi peralihan tanggung jawab bagi diri saya dari seorang ayah dan kini kepada suami. Sebagai pasangan baru, kami hanya mampu mencukupi kehidupan saja, jadi belum ada anggaran untuk biaya kuliah. 

Pada hari minggu kemarin, tepatnya tanggal 30 November 2014, selepas sholat Subuh saya langsung berangkat menuju kampus UI. Tak seperti biasanya, surat Al-waqiah yang selalu saya baca setelah sholat terpaksa ditunda. Ketakutan telat karena tersasar atau bisa jadi karena macet. Ya, pada hari itu adalah jadwal yang sudah ditentukan untuk tes masuk perguruan tinggi UI atau familiar sering disebut Simak UI.

Perasaan saya pagi itu gelisah, saya khawatir tersesat, walaupun sehari sebelumnya saya sudah melakukan survey lokasi ujian ditemani suami. Namun pada hari itu, suami tidak dapat mengantar saya, dikarenakan ada agenda try out bersama di sekolah, dan Quantum Student lah yang menyelenggarakannya. Dengan tekad yang bulat, saya memberanikan diri untuk jalan di pagi buta itu bersama mobil kesayangan yang selalu menemani kemanapun saya pergi. Ntah mengapa, rasanya pagi itu perasaan saya khawatir mendekati tegang. Mungkin karena belum hafal persis rutenya atau tegang karena mau ujian. Saya tidak tau, yang jelas degub jantung saya berdetak kencang.

Selama diperjalanan, saya hanya menyetel murothal sebagai pengganti teman, sekaligus sebagai penenang perasaan gelisah saya. Sempat hampir salah arah, ketika menemui percabangan jalan, antara ke pasar minggu dan yang ke arah kelapa dua. Sempat bingung dan berhenti di tengah jalan untuk berfikir sejenak mengingat-ingat. Namun, kemudian saya mengambil keputusan seketika untuk mengarah ke pasar minggu, sebab sudah ada mobil yang mengklakson diiringi teriakan seorang laki-laki. Tanpa berfikir panjang dan memperdulikan mobil di belakang, mobil saya mundurkan sedikit untuk kemudian berbelok ke kanan, dan langsung tancap gas.

Alhamdulillah, pilihan saya tepat, dan saya tidak tersesat. Apa jadinya jika saya tersesat, saya bisa terlambat, karena akan butuh waktu untuk kembali ke tempat yang dituju. Alloh menyayangi saya. Tepat jam 06.00 pagi saya sudah sampai di lokasi ujian, kampus UI. Agak lega kini perasaan saya, namun tidak berapa lama detak jantung kembali berpacu dengan kencang, layaknya kuda perang yang berlari menuju medan perang, kecemasan itu muncul lagi. 

Ketika melihat betapa banyak peserta yang mengikuti tes Simak UI tersebut, hingga saya kesulitan mencari parkir. Hari itu adalah hari minggu, tidak mungkin keramaian itu berasal dari mahasiswa UI, batin saya berbisik. Dan dipertegas oleh satpam yang membenarkan firasat saya, ketika ada salah seorang peserta yang bertanya ke satpam. Memang keramaian itu adalah kumpulan calon mahasiswa S2 dan S3 yang akan mengikuti tes Simak UI. Ada yang membawa tas koper pula. Saya perkirakaan mereka berasal dari luar daerah yang menginap di sekitar kampus UI. Oh, kampus UI engkau bagai bunga cantik yang diperebutkan banyak kumbang di seluruh Indonesia. Berhasilkah perjuangan saya masuk UI?? yuk, nantikan kisah selanjutnya, dengan judul Detik-detik Simak UI. Tetap stay tune di blog ini yaa... ^^


No comments:

Post a Comment