Wednesday, 24 December 2014

Pengumuman Itu Akhirnya Tiba



Pengumuman hasil tes akan diberitahu via web, http://penerimaan.ui.ac.id/id tanggal 22 Desember 2014. Hari yang dinanti pun datang. Saya pasrah, jika rezeki saya melanjutkan S2 di UI terkabul, InsyaAlloh saya lulus. Sebelum saya membuka web, saya tilawah/mengaji dan berdoa sejadi-jadinya agar lulus. Ternyata tidak mudah menginginkan sesuatu dengan kata-kata ikhlas terhadap keputusan.
Maksudnya, masih ada perasaan “memaksa” Alloh agar mengabulkan pinta saya. Jadi masih akan timbul kecewa, jika hasil tidak sesuai yang diharapkan. #teteup... namanya juga manusia. Hihihihii...

Agak khawatir dengan hasilnya, maka saya coba membukanya via HP android saya, maksudnya jika tidak diterima, ya sudahlah... saya tak perlu repot-repot mengambil notebook saya, sebab yang namanya HP pasti ada di genggaman khan?? Lebih praktis saja. Tidak percaya dengan apa yang saya lihat, saya pun “terpaksa” membuka notebook, dan ternyata hasilnya sama. Saya BERHASILLL.... saya lulus dan di terima di Universitas Indonesia, jurusan Psikologi, fakultas Psikologi Pendidikan. Alhamdulillah...

http://www.santinabila.com/2014/12/pengumuman-itu-akhirnya-tiba.html

Segera saya hubungi suami dan kedua orang tua untuk menyampaikan kabar gembira ini. Alloh begitu sayang dengan mengizinkan saya mengembangkan ilmu di universitas yang katanya punya Indonesia. Hehehee... Lulusnya saya dalam tes Simak UI ini, itu dikarenakan siswa-siswa saya, yang memaksa saya belajar utuk menjadi guru matematika yang pantas mereka andalkan. Sekaligus tuntutan ego, kalau tidak mau mati gaya didepan kelas, yang disaksikan mata-mata siswa yang mengharap pertolongan membantu mereka mengerti pelajaran matematika. Apa jadinya, bila seorang guru tidak menguasai pelajaran di depan kelas. Huft...

Oh iya, alasan saya mengambil fakultas psikologi jurusan psikologi pendidikan adalah karena latar belakang usaha bimbel Quantum Student yang dimiliki suami. Saya sangat prihatin dengan keadaan pendidikan saat ini. Bagi kebanyakan orang tua, bimbel adalah mesin pencetak nilai. Otomatis indikatornya nilai. Memang tidak ada yang salah dalam hal ini, memang nilai yang mampu dengan kasat mata diukur dan di tuangkan dalam laporan kertas-kertas ulangan.

Add value sekaligus diffrent yang ditawarkan Quantum Student dengan menjadikan siswa menjadi SAKTI (Smart, Mandiri dan Berbakti) seakan tidak benilai. Jika nilai anak tidak berubah menjadi lebih baik, dengan mudah orang tua memindahkan anaknya ke bimbel lain atau les kepada guru sekolah yang pada akhirnya menjadikan guru tidak sportif lagi dalam memberi nilai. Orang tua tak lagi memikirkan psikologi anak yang sudah terlanjur nyaman dengan proses belajar dengan mempertimbangkan psikologi anak. 

Namun itulah tantangannya, Karakter mandiri dan berbakti memang tidak bisa dilihat dalam lembaran nilai ulangan ataupun raport, namun karakter itu hanya bisa dirasakan. Dan itulah bekal sebenarnya untuk anak di masa depan. Bagi orang tua yang sadar dan mau mengenal anaknya dengan baik, mereka tetap loyal dan setia mempercayakan pendidikan anaknya di Quantum Student. Dan saya sangat mengapresiasi hal itu.

Dari dorongan tersebut, saya sangat ingin memperdalam ilmu psikologi pendidikan, yang akan saya terapkan di Quantum Student. Meskipun saya harus lompat pindah jurusan dari teknik kimia menjadi psikologi pendidikan, dengan mengambil martikulasi selama satu semester atau 6 bulan. Akhir kata, semoga ilmu yang akan saya pelajari, menjadi ilmu yang bermanfaat, yang melahirkan pahala yang terus mengalir meski saya sudah tidak ada lagi di dunia ini. Sama halnya harapan dengan keberadaan Quantum Student, semoga bisa menjadi kendaraan menuju syurga Mu ya Alloh. Aaamiin...


No comments:

Post a Comment