Wednesday, 10 December 2014

Detik-detik SIMAK UI



http://www.santinabila.com/2014/12/detik-detik-simak-ui.html
Sambil menunggu tesnya dimulai, saya sempatkan menyapa/mengobrol dengan salah satu peserta. Maksudnya agar dapat menuruni ketegangan yang saya rasakan. Tak lama diketahui teman yang saya ajak ngobrol adalah seorang dokter yang mencoba melanjutkan S2 di UI. Menurut pengakuannya, ini tes dia yang ke dua, karena pada tes sebelumnya dia gagal, dan ingin mencoba kembali pada gelombang ini. Batin saya berbisik, “apa yang akan terjadi dengan hasil tes saya nanti ya..?, lah wong dokter aja ga keterima!” Semakin ciutlah nyali saya, kembali aliran darah saya berdesir mengaliri urat-urat ketegangan saya. 



Ah, memang respon tubuh memang tidak bisa dibohongi. Padahal sudah berbagai cara saya lakukan untuk menuruni ketegangan, mulai dari berdoa, bicara pada cermin spion mobil, ambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, hingga afirmasi-afirmasi positif saya ucapkan berulang kali, mungkin mirip paranormal yang sedang menlafalkan mantra, hehehee... Menurut pengakuan pengalaman teman dokter yang barusan saya ajak ngobrol, soal tersulit adalah matematika dan bahasa Inggris. Jleb, mendengar bahasa Inggris susah, saya semakin menciut. Huft...

Jujur, saya khawatir dengan kemampuan bahasa Inggris saya yang pas-pasan. Saya tidak boleh memancarkan energi negatif terhadap bahasa Inggris, agar tes bahasa Inggrisnya pun mau berkompromi dan akan membantu memudahkan saya dalam mengerjakannya. Saya tersenyum manis sebagai tanda saya mencintai bahasa Inggris. Walaupun memang sebelumnya, sempat berdiskusi dengan salah satu staf pengajar bahasa Inggris di tempat bekerja saya, Quantum Student. Dengan panjang lebar dia menjelaskan teori grammer yang saya tidak mengerti maksudnya apa. “Sudahlah, tidak usah terlalu detil, saya toh tidak bodoh-bodoh amat dengan bahasa Inggris, yang penting mengerti” saya membatin.

Persiapan belajar untuk tes Simak UI itu pun bisa dibilang agak instan. Bukan maksud membela diri, maklum status saya sebagai seorang guru dan seorang istri membuat ada saja yang harus dikerjakan, tiap kali mencoba belajar, ada saja yang harus dikerjakan. Harus mengajar lah, menemani siswa yang menanyakan PR di sekolah lah, membuat soal lah, melayani permintaan suami lah... dlsb. Jadilah saya hanya belajar di saat pengantar tidur. Kondisi yang sudah lelah, membuat belajar pun semakin singkat karena tertidur. Disaat kondisi seperti ini, time management lah yang mampu memberi jalan keluar. Hidup adalah pilihan. So, pilihlah apa yang penting yang menjadi kewajiban terlebih dahulu, meskipun akan mengorbankan waktu istirahat. Tak mengapa, semua demi dream yang harus diusahakan agar menjadi nyata.

Namun saya yakin dengan bekal restu dari suami tercinta dan orang tua Alloh akan membantu dan merestui saya juga. Dengan bismillah, saya bertekad tidak akan mengecewakan orang-orang yang mencintai saya. Afirmasi positif “saya pasti berhasil/lulus” terus saya lakukan hingga tes dimulai. Selain belajar, sayapun meningkatkan tilawah dari biasanya. Saya percaya, setiap lantunan bacaan al-quran yang saya baca, akan menjadi kebaikan dan kemudahan hidup saya. Itu adalah prinsip yang saya tanamkan kedalam internal belief saya.

Waktu penguman yang dijanjikan tanggal 22 desember 2014, jadi masih ada waktu untuk saya cerita keseruan pada saat saya mengerjakan tes. Mau tau lanjutannya?? minggu depan yaa, InsyaAlloh dengan judul Ruang Kampus UI yang Dingin. ^^

No comments:

Post a Comment