Wednesday, 26 November 2014

Proses Belajar


Belajar adalah proses yang terus menerus, tak kenal usia yang mempunyai tujuan akhir yaitu berubahnya prilaku sesorang. Proses ini bersifat aktif, diharapkan menjadi bekal hidup yang permanen. Untuk merubah prilaku seseorang belajar melalui pengelihatan, pengalaman dan proses berfikir.



Tidaklah berlebihan memang, jika ada pepatah yang mengatakan, “pengalaman adalah guru yang terbaik dalam hidup”.
Pepatah ini menunjukkan adanya proses belajar, yaitu dari pengalaman. Sehingga apabila baik, pola dari pengalaman itu akan terus dipertahankan menjadi prinsip hidup. Namun, apabila hasil dari pengalaman tersebut berdampak buruk, akan menjadi pelajaran untuk kedepannya agar tidak mengulangi hal yang sama.

Tiap orang berbeda-beda dalam menjalani proses belajarnya, banyak faktor yang menjadikannya berbeda. Salah satunya banyaknya Informasi yang masuk kedalam otak tiap orang beda, sehingga kemampuan mengolah dan menterjemahkan data yang ada dalam otak, untuk kemudian dijadikan dasar melahirkan suatu tindakan, pun akhirnya akan berbeda. Contoh kasus, cara memandang hidup. Bagi seorang yang ambisius, yang disibukkan mengejar sederet target yang harus dia lakukan dan capai, akan berbeda dengan seseorang yang berpandangan bahwa tugasnya dalam hidup hanya menyempurnakan ikhtiar.

Dimana perbedaannya? Ketika menghadapi suatu keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan, misalkan terkena musibah. Seorang ambisius, akan langsung stress, rapuh bahkan hancur, manakala usaha/upaya yang sudah dilakukan tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan. Sebab informasi yang masuk ke otaknya hanya diisi tentang strategi demi strategi untuk mencapai tujuan, akal adalah dewanya.

Sebaliknya, ketika musibah menyapa orang-orang yang yakin bahwa hidup sudah di atur oleh Sang Maha, diapun ikhlas menerima apapun yang terjadi. Tugas manusia dalam hidup hanya menyempurnakan usaha/ikhtiar. Segala bentuk hasil atau akibat yang terjadi semua atas seizin Alloh SWT. Sehingga orang tersebut pun akan tenang dalam menghadapi masalah.

Daun kering yang jatuh dari pohon pun semua atas izin Alloh, tak ada yang luput dari skenario Alloh, dari hal yang kecil remeh-temeh hingga hal yang besar dan kompleks. Jikalau daun kering yang jatuh terus diulangi pohon, hal itu disebabkan memang pohon tidak memiliki akal untuk berfikir dan belajar. Dan hal itupun sudah sunnatulloh yang terbaik untuk pohon. Beda halnya dengan manusia, yang telah Alloh karuniakan akal untuk berfikir dan belajar. Akal lah yang membedakan antara manusia dan hewah/tumbuhan.

Jika seseorang terus melakukan kesalahan yang sama sepanjang hidupnya, berarti bisa dipastikan tidak ada proses belajar dalam hidupnya. Bukankah Alloh pun berfirman di beberapa ayat memerintahkan manusia untuk senantiasa berfikir??

No comments:

Post a Comment