Wednesday, 21 May 2014

Sendal Jepit Sang Spirit (part 3)



Semoga masih setia mengikuti cerita lanjutan Sendal Jepit Sang Spirit (part 2), betapa serunya berada dalam grup ODOJ, terutama dalam grup ODOJ 1937.
Dua hari berikutnya, tibalah giliran saya yang menjadi PJH, saya berfikir keras, bagaimana caranya agar hari ini hatam berjamaah (kholas grup), selain mengusung trend sendal jepit.
Karena yang sudah-sudah, ketika saya menjadi PJH, postingan tausiah atau cerita hikmah, tidak terlalu ampuh untuk menggugah kesadaran teman-teman dalam menyelesaikam tilawahnya.

Lagi-lagi, Alloh SWT mengirimkan sinyalnya melalui ide yang begitu saja muncul di kepala saya, agar saya meminta komitmen semua anggota grup. Perihal, kapan biasanya tilawah dan kapan akan berkomitmen memberikan laporan kholasnya di grup. Jujur, saya pun tidak tau apa yang akan terjadi dengan mengirim pesan via BroadCast (BC) menanyakan komitmen pertanyaan ini, kepada semua anggota grup. Pada awalnya, saya berfikir cara ini untuk membantu saya sebagai PJH, untuk mengingatkan siapa-siapa yang sudah berjanji akan selesai pada waktu yang sudah disanggupinya. Sehingga PJH, tidak lagi pasif menunggu anggota yang melapor sudah selesai (kholas), melainkan terus mengingatkan komitmen yang telah dibuatnya sendiri.

Sungguh luar biasa, cara ini sangat efektif, ditambah dengan “tranding topic” pelemparan sendal jepit. Mamapu mendongkrak semangat teman-teman di grup, seolah masing-masing anggota kelompok menunjukkan bahwa dirinya adalah orang-orang yang dapat dipercaya menjaga komitmen pribadinya. Terbukti sebelum jam 09.00 pagi, Alhamdulillah, kelompok kami tidak kurang dapat mengantongi 15 juz dan ketika maghrib tiba, beberapa hari ini hanya sisa 1-2 orang saja yang belum tuntas menyelesaikan tilawahnya. Subhanalloh... Dan yang paling menggembirakan, tidak ada lagi yang rapel, dan kelompok kami terus berhasil hatam grup.

Saya sangat bangga menjadi bagian grup ODOJ 1937, yang selalu saya ingatkan kepada teman-teman yang lain, bahwa kita bukan sekedar kelompok, tapi kita adalah TEAM. Jika kelompok hanya berupa kumpulan jumlah saja, tapi kita adalah TEAM (Together Everyone Achieve Miracle) bahwa masing-masing anggota saling berinteraksi mencapai tujuan yang sama, sehingga terciptalah keajaiban. Meskipun kita tak saling kenal fisik, dengan latar belakang daerah yang berbeda, dengan aktivitas yang beragam. Tapi tujuan kita sama di ODOJ, dalam rangka beribadah mendekatkan diri kepada Alloh SWT (taqorrub-Illalloh). Mengemis RidhoNya Alloh, sehingga kelak kita dipertemukkan di jannahNya kelak. Aaamiiin...

1 comment:

  1. semangat bgt bu san jadi termotivasi, makasih yaa...

    ReplyDelete