Wednesday, 4 April 2012

Rezeki, Ikhtiar dan Tawakal

Hampir sebagian besar orang banyak berpendapat, ketika ditanya mana dulu yang harus didahulukan, ikhtiar/usaha atau tawakal (menyerahkan hasil kepada Allooh SWT). Maka mayoritas akan menjawab ikhtiar dulu baru tawakal, betul… ? bagaimana dengan anda? 
Ketika melakukan sholat, yang pertama kita lakukan gerakan-gerakan sholat
baru kita meyakini bahwa sholat salah satu perintah Allooh SWT atau sebaliknya…? Tentunya kita yakin dulu, baru kemudian kita melakukan gerakan-gerakan sholat, betul… ?  

Demikian juga, ketika kita memiliki cita-cita/impian, kita harus yakin dulu bahwa kita dapat meraihnya, baru kemudian kita berikhtiar mengusahakannya dengan membuat rancangannya/business plan-nya dll. Jika kita tidak yakin bahwa yang kita kerjakan tidak akan berhasil, maka untuk apa kita melakukannya, betul… ? Konsep ini sederhana, namun jika kita tidak jelas, bisa jadi akan membuat membuat kita putus asa apabila terjadi sesuatu yang tidak kita kehendaki.

Misal, perusahaan menetapkan profit margin di akhir tahun ini naik sebesar 40%. Apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai angka tersebut, telah disusun dan dijalankan sesuai rencana. Serta yakin bahwa yang sudah direncanakan akan berhasil, meskipun dalam perjalanannya banyak yang harus diperbaiki dari rencana awal, karena bertemu dengan hambatan, tidak masalah. “learning by doing” kalo istilah orang bule mah... “Allooh tidak akan merubah nasib suatu kaum, hingga mereka merubahnya sendiri” Yakini itu.

Ditambah dengan sikap mental semua team sudah menunjang dengan dream perusahaan, seperti bersemangat, optimis, meng-up grade diri, bersegera, rajin, disiplin, dan lain sebagainya. Kira-kira jika semua sebab telah dipenuhi, bagaimana akibatnya, akankah berhasil menaikkan omzet?  Tentu saja akan berhasil, karena kaidah kausalitasnya telah dipenuhi. Simple bukan..?  berapa besarnya… ? bisa jadi lebih dari 40%. Koq bisa… ? kelebihan itulah yang dinamakan rezeki. Semua dari kita tidak tau persis berapa rezeki kita, hanya Allooh SWT yang tau persis, karena rezeki datang dari Alloh dan tugas manusia berencana dan mengusahakannya. Yang pasti jika kita tidak melakukan apapun dan mengharap omzet naik 40%, sama halnya seperti bermimpi di siang bolong. Yang pasti bukan anda orangnya, setuju… ?
*semoga bermanfaat  ^_^

2 comments:

  1. Manfaat sekali, makasih infonya

    ReplyDelete
  2. Berbarengan, karena ihtiar dan tawakal itu seperti kepingan mata uang berbeda bentuk tapi satu kesatuan

    ReplyDelete