Wednesday, 15 January 2014

Self hypnosis


www.santinabila.com
Dari kemarin sore, gigi ini terasa berdenyut-denyut. Sangat sakit, memang gigi geraham atas saya berlubang. Konon katanya, gigi geraham paling ujung adalah gigi yang terakhir kali tumbuh sekaligus juga gigi yang pertama kali undur diri. Waktu bertugasnya singkat di dalam mulut. Terutama jika tubuh kekurangan kalsium,
maka untuk memenuhinya katanya diambil dari gigi geraham atau tulang belakang. Sehingga gigi geraham atau tulang belakang mengalami keropos. Apapun teorinya, yang jelas gigi geraham atas saya sakiittt...

Tindakan yang saya ambil tadinya, ingin ke dokter gigi dan mencabutnya. Karena tidak tahan sakitnya. Namun suami melarangnya, khawatir berdampak ke pada mata. Jika gigi geraham atas di cabut dengan paksa, bisa jadi ada saraf yang berhubungan dengan mata akan terganggu. Lagipula, dokter tidak akan mau mencabut gigi dalam keadaan meradang sakit, paling hanya diberi pereda sakit, yang jika sudah tidak sakit, baru gigi akan dicabut. Saya hanya meringis mendengar ceramah suami.

Tak terasa, air mata sebelah kiri bertepatan dengan gigi yang sakit, terus mengalir. Sepertinya nyeri pada geraham atas sebelah kiri membuat kepala sebelah kiri saya juga sakit. Dan mata turut berpartisipasi mengeluarkan air mata. Hmm... benar-benar TEAM yang kompak. Satu bagian sakit, yang lain ikut sakit. Teringat cara tradisional orang dulu jika sakit gigi, berkumur dengan air garam. Itu sudah saya lakukan hampir 2 cangkir saya berkumur dengan air garam.

Berkumur dengan air garam hanya dapat menahan sementara rasa sakitnya. Tiap kali sakitnya memuncak saya hanya beristighfar, sebab dalam sakit ada dosa yang akan dihapus. Sayapun mencoba menikmati dan merasa kuat menahan rasa sakit itu dengan tersenyum dan beristighfar, membayangkan dosa-dosa yang sudah saya perbuat dihapus oleh Alloh, saya rela menukar rasa sakit gigi dengan rasa panasnya siksa api neraka. Hiks...

Namun pada akhirnya saya tidak kuat, saya menyerah, saya menangis dan mengadu pada Alloh. “Maafkan kesombongan hamba ya Allooh... sesungguhnya hamba tidak kuat, hamba lemah, sakittt yaa Allooh. Hamba tidak akan pernah mampu menantang siksamu, baik itu cobaan sakit ini atau siksa nerakaMu” Hiks...

Kemudian saya mencoba untuk menenangkan diri dan melakukan #selfhypnosis. Saya coba berdialog dengan seluruh anggota badan saya, kepada gigi, kepala, mata terutama otak sebagai komandan anggota tubuh yang lain. Sebelumnya saya berterimakasih kepada seluruh anggota badan yang telah memberikan saya kesempatan untuk menikmati hidup yang sempurna. Dengan lembut saya katakan “wahai gigiku sayang, berhentilah protes, jangan sulut kepala berdenyut, sehingga air mata mengalir tanpa terkoordinir. Aku akui semua salahku. Maafkan aku....”

Saya membayangkan membuat sebuah permohonan kepada otak yang intinya meminta gigi untuk menghentikan ulahnya dan berjanji akan merawat gigi lebih baik lagi. Saya mengimajinasikan otak memanggil anak buahnya (gigi dan kepala yang sakit). Mereka berdialog dengan sangat serius untuk memutuskan diterima tidaknya permohonan saya itu. Dan alhamdulillah, setelah menunggu beberapa menit, keputusan telah diambil. Saya dipersilahkan masuk ke ruangan oleh otak dan mengabarkan bahwa gigi akan berhenti ber-ulah dengan syarat saya harus memenuhi janji untuk merawat anggota badan saya dengan lebih baik lagi, tidak mendzolimi dengan memforsil atas alasan apapun.

Seketika itu, alhamdulillah, sakit gigisaya sembuhh.... dan kepala saya tidak sakit lagiii.... terimakasih semuaa.... ^^

2 comments: