Wednesday, 27 November 2013

Peri Cantik


www.santinabila.com
Kenyataan ini tak dapat ku ubah. Semua harus ku telan bulat-bulat. Begitu banyak alasan yang harus aku terima dan memaklumi sebagai suatu kesadaran. Yaa... aku harus dapat memakluminya, jika tidak ingin kepingan kecil yang ada dalam dadaku terasa perih. Jika aku berada pada posisi mereka, mungkin aku akan melakukan hal yang sama.

Karena aku tidak memiliki apa yang dimiliki oleh adik-adik ku, bukan karena keinginanku. Tetapi lebih karena Alloh yang telah menetapkan bagianku.

Namun terkadang, hati kecil ini pun mempertanyakan mengapa aku harus menerima perlakuan berbeda ini, apa salah ku?? Apa bedanya aku dan saudara-saudaraku? Sama-sama mengaliri darah yang sama, sama-sama berjenis kelamin yang sama? Ntahlah, karena akupun tak mampu menjawab... aku hanya berbisik lembut pada hati kecilku untuk mengiburnya, “sudah... cukup ya... jangan menyiksa perasaan sendiri.

Aku harus terlihat tegar, aku harus mampu membuktikan bahwa aku sama sekali tidak merasakan apapun. Karena itu yang ada dibenak kedua orang tuaku. Mereka tak perlu tahu perasaanku sebenarnya. Karena kenyataan ini hanya akan membuatku lebih kuat dan semakin kuat. Hanya nafas panjanglah yang rasanya dapat mengangkat perasaan tertekan ini. Kondisi ini hanya sementara, hidup tak akan lama. Berharap kasih sayang manusia hanya akan menghasilkan kekecewaan.

Namun aku memiliki peri cantik, yang selalu membawaku terbang tinggi, ketika negeri kenyataan ini membuat perasaanku berkabut hitam, dengan petir yang menambah luka yang sudah perih. Sebelum hujan badai itu datang, peri cantik ku selalu datang untuk memelukku. Aku selalu diajak ke negerinya yang berada di awan.
Negeri yang begitu indah, dimana istananya adalah kedamaian, gulungan awan putih bersih yang berlapis, sangat lembut, mampu menyelimuti hati yang membara. Aku bebas tertawa, berteriak dan menangis tanpa ada orang yang tersakiti.

Peri cantik ku tak akan membiarkan aku terpuruk. Ia selalu ada untuk ku. Peri cantik ku tak ingin aku bersedih, peri cantik ku mampu meminta mantari bersinar dengan terang, ketika kegelapan ada disekitarku. Untuk membuktikan kepada ku, bahwa selalu akan ada cahaya yang akan menerangi hidupku. Karena Alloh menciptakan hidupku bukan untuk diri ku sendiri, aku harus mampu memberikan sinar untuk orang-orang disekitarku.

No comments:

Post a Comment