Wednesday, 25 December 2013

Garis lurus


www.santinabila.com
Dua buah titik, dapat dihubungkan satu sama lain dengan sebuah garis. Mungkin ada banyak macam garis yang dapat menghubungkan dua titik tersebut, seperti garis lengkung, garis berpola, dan macam-macam garis lainnya, namun garis lurus lah garis yang jaraknya paling
dekat diantara dua titik. Garis lurus adalah garis yang paling efisien untuk mempertemukan kedua titik. Dalam surat Al-fatihah pun salah satu permohonan seorang hamba kepada sang Kholiq adalah mohon ditunjukkan jalan yang lurus. Jalan lurus pula jalan yang paling efektif untuk mencapai dream yang telah kita inginkan.

Semua berbicara tentang garis atau jalan yang lurus. Ketika kita hendak menghubungkan kedua buah titik kita harus tau titik awal dan titik akhir yang hendak kita hubungkan, baru kemudian kita dapat membuat sebuah garis lurus. Apa yang terjadi jika kita hanya memiliki satu titik saja, dapatkah kita dapat membuat sebuah garis?? Tentu saja tidak bisa. Apa artinya hal ini, jika dikaitkan dengan merancang sebuah strategi untuk meraih cita-cita/dream yang kita inginkan?

Yup, betul sekali. Kita harus tahu dengan pasti apa yang ingin kita raih atau dream seperti apa yang ingin kita wujudkan. Kemudian tentukan posisi kita saat ini sudah ada dimana? Setelah itu semua jelas, kita pun akan dapat melihat dengan jelas garis lurus/jalan lurus seperti apa yang akan mengantarkan kita kepada dream yang ingin diwujudkan. Semua akan lebih mudah, apabila dibandingkan kita tidak mengetahui dimana posisi kita saat ini dan apa yang sebenarnya yang ingin kita raih.

Jika masih samar/kesulitan menemukan jalan lurus tersebut, kita dapat me-modeling (mencontoh) orang-orang yang sudah lebih dulu berhasil/sukses. Memodeling bukan berarti harus meniru persis diri orang yang ingin kita contoh, kita akan kehilangan diri sendiri jika hal itu kita lakukan. Dan kita akan tersiksa/berat jika harus menjadi diri orang lain. Terimalah keunikan yang ada pada diri kita, maksimalkan potensi yang ada pada diri kita. Modeling lah pola pikir, daya juang dan mental juara orang yang inin kita contoh. InsyaAlloh, jika orang lain bisa berhasil, kita pun pasti bisa, yakin itu.


No comments:

Post a Comment