Wednesday, 13 November 2013

Perang Kepentingan


www.santinabila.com



“Saya benci mama! Mama tidak tidak sayang aku! Mama selalu pilih kasih. Aku malu punya mama seperti ini!”  Astagfirulloh-al’adzim... Anak usia 8 tahun zaman sekarang sudah sangat terlatih untuk mengeluarkan serangkaian kata-kata tidak sopan kepada ibunya. Ketika sang ibu mengatakan “TIDAK” untuk sebuah permintaan yang tidak dituruti. Kalau dulu, biasanya reaksi anak hanya bisa menangis, zaman sekarang tidak cukup hanya dengan menjual tangisan. Kata-kata kasar dan menyakitkan pun dikeluarkan untuk menyakiti dan melumpuhkan
kedua orang tuanya, sehingga orang tua menyerah dan menuruti apapun yang diinginkan sang anak.



Wah, kompleks yaa... memdidik anak zaman sekarang. Gimana tuh bun, jika menempati posisi sebagai ibu dalam konflik seperti di atas?? Dituruti, nanti anak akan kebiasaan, dan merasa senjata itu (menangis dan berkata kasar) ampuh. Dan akan semakin menjadi-jadi. Tapi, jika tidak dituruti, hanya akan membuat anak lebih “kreatif” merangkai kata yang lebih menyakitkan buat orang tua, ngga mau khan kita sebagai orang tua khilaf karena saking marahnya mendoakan kejelekan anak?? Walau bagaimanapun, orang tua juga manusia biasa, yang ketika emosi tidak terkontrol karena terpancing marah  dapat melakukan sesuatu tanpa pikir panjang, yang kelak hanya akan menyisakan penyesalan.



Tarik nafas panjang,,,, keluarkan.... lakukan berkali-kali hingga ketenangan mengalir bersama aliran darah. J Ketika kita kesulitan menangani anak yang sulit dikendalikan, serahkan kepada Alloh, karena Alloh lah yang menciptakan hati anak kita. Minta lah kepada Alloh untuk melembutkan hati anak kita. Dan yang terpenting introspeksi diri sendiri. Apabila kita bercermin, dan melihat pakaian yang kita gunakan tidak pantas, atau tidak nyaman dikenakan, misalnya kesempitan atau kebesaran. Apa yang akan kita lakukan? Mengganti pakaiannya, atau tetap memakai pakaian tersebut dan mengganti tubuh kita? Mana yang lebih memungkinkan dan mudah dilakukan?? Yups, betul... gantilah pakaian yang cocok dengan ukuran tubuh kita.



Ketika memiliki anak yang sulit dikendalikan, apa yang harus dilakukan? Mengganti anak kita dengan yang lain?? Mana mungkin bisa... sesuatu hal yang mustahil !! terus apa dong yang harus kita lakukan?? Yang paling memungkinkan yang bisa kita lakukan adalah merubah cara berfikir kita tentang anak. Berhenti menganggap anak itu sulit di atur, lihat sisi positif anak itu. Cari penyebabnya mengapa cara mencari perhatiannya seperti itu. Temukan akar masalahnya, kemudian terapilah anak itu untuk bisa bersahabat dengan kita. Ketika anak merasa bahwa ibunya adalah sahabat terbaiknya, maka insyaAlloh dia akan lebih menghormati ibunya selayaknya sahabat.




No comments:

Post a Comment