Wednesday, 20 November 2013

Musuh itu bernama Tugas dari Sekolah (PR)



Suka gemes ngga kalo anak cuek bahkan tidak mau mengerjakan PR? Padahal sudah sering juga orang tua mendapat keluhan dari sekolah, karena anaknya tidak mengerjakan PR. Biasanya yang dilakukan orang tua setelah dipanggil oleh guru gelas disekolah, setibanya di rumah,
pasti memarahi anaknya betul?? Dan siap menjadi polisi yang siap memeriksa dan memastikan tugas yang di berikan sekolah sudah diselesaikan atau tidak?? Betul begitu bundaa??

Seandainya, jika kita mau bersikap bijak sedikit saja untuk memahami anak layaknya sahabat, mencari tau apa yang menjadi akar permasalahan si anak, mungkin reaksi kita akan berbeda. Anak yang malas mengerjakan PR, tidak bersemangat ke sekolah, selalu lelet mengerjakan kewajibannya, dll. Sebenarnya itu adalah gambaran bahwa di dalam kepala si anak, ada sesuatu konflik batin. Sehingga apapun yang di perintahkan orang tuanya. Dia ikuti hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja, atau bisa jadi motifnya hanya agar tidak kena marah ibunya saja. Tanpa ruh sama sekali.

Coba bedakan, ketika anak melakukan sesuatu yang dia senangi. Bermain bola, misalkan. Lihat expresi wajahnya, dia tidak merasa letih meskipun keringat bercucuran di sekujur tubuhnya, dia tetap tertawa lepas walaupun kalah bermain dengan temannya, dia sama sekali tidak perduli dengan tubuhnya yang jatuh sehingga pakaiannya kotor, dan yang herannya walaupun panas terik, siang hari bolong, mereka tetap ceria bermain bola tanpa merasa kepanasan. Karena aktivitas yang dilakukan selaras dengan apa yang diinginkannya, jiwa dan raganya diberikan total, tanpa beban.

Kembali ke masalah anak yang tidak malas/tidak mau mengerjakan PR, bisa jadi akar masalah sebenarnya adalah anak merasa bodoh dan tidak ada yang bisa menolongnya. Ditambah pula dengan orang tua yang memarahi tanpa mencari tau alasan mengapa anak melakukan hal itu. Jadilah mereka mengerjakan PR/tugas-tugas di sekolah dengan setengah hati. Itu pun jika diawasi. Jika tidak diawasi, mereka akan kembali melakukan apa yang dia mau. Tidak mengerjakan PR!

Jika akar masalahnya sudah diketahui dengan jelas, orang tua bisa menentukan sikap untuk menghadapi kemalasan Anak. Yang perlu diingat hakikat dari seorang anak adalah, anak adalah manusia dewasa, dalam ukuran mini. Perlakukan selayaknya orang dewasa yang juga dihormati. Jadilah sahabat terbaik dari anak-anak.

No comments:

Post a Comment