Wednesday, 2 October 2013

Menjawab dalam Tanya

www.santinabila.com
Hidup bagai merangkai sebuah puzzle, dimana kepingannya tersebar entah dimana. Tugas kita adalah menemukan dan memasang kembali kepingan-kepingan tersebut agar menjadi gambar yang utuh kembali. Hidup ini memang penuh misteri.

Setiap hari setiap detik kita seolah dipaksa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di sekitar kehidupan kita

Baik yang tersirat ataupun yang tersurat. Hidup dengan berbagai variasi bumbu-bumbu kehidupan yang beranaka rasa. Itulah kepingan puzzle itu. Kita harus mampu memecahkan misteri dan memasangkannya dibagian yang tepat.
Mungkin itulah, salah satu alasan mengapa Alloh membekali manusia dengan akal, untuk menguak tabir misteri kehidupan. Akal merupakan modal utama dalam mengarungi hidup ini. Bahkan Islampun mensyaratkan akal dalam beragama. Orang yang belum sempurna atau bahkan akalnya rusak tidak dibebani hukum. Anak-anak dan orang gila, tidak akan dimintai pertanggungjawaban apapun tentang apa yang sudah dilakukannya, hingga akalnya kembali normal.

Namun, hati-hati dalam mencerna pernyataan paraghraf diatas. Karena Ada loh yang lantas protes, dengan pernyataan, kalau begitu Islam agama akal dong, Semua perkara harus lulus memuaskan akal manusia?? Alloh menciptakan manusia berikut akalnya, digunakan untuk mengantarkan keimanan/keyakinan keberadaan Alloh melalui hasil penciptaannya. Manusia disuruh berfikir, betapa maha Dahsyatnya Alloh yang menciptakan langit yang tinggi tanpa ada tiang penyangga? Dari kasus ini saja, banyak pelajaran yang diambil. Masih pantaskah kita sombong dihadapan Alloh? Betapa Alloh maha Pelindung, melindungi bumi dari radiasi benda luar angkasa. Dan lain sebagainya.

Jika ada perkara yang akal kita sulit mencerna, bukan artinya akal kita tidak berguna. Mungkin bisa jadi logika-logika yang mengantarkan akal kita terhadap suatu perkara tersebut tidak ter up date dengan baik. :D
Meski demikian, Alloh memang menciptakan manusia dengan fitrahnya yang terbatas, lemah serta membutuhkan sesuatu yang lain. Itulah manusia, makhluk yang bergantung kepada zat yang tak terbatas. Tak akan terjadi apapun tanpa seizin Alloh, sebaliknya pun demikian apapun yang Alloh inginkan sangat bisa terjadi. Maha benar Alloh dengan segala firmannya.


No comments:

Post a Comment