Wednesday, 25 September 2013

Oksigen itu Bernama Kebahagiaan



www.santinabila.com
Manusia untuk bisa hidup memerlukan oksigen untuk bernafas. Alloh menyediakan kandungan oksigen dalam udara. Tidak hanya oksigen yang ada dalam udara, melainkan gas-gas lainpun terkandung di dalamnya, seperti nitrogen, hidrogen, karbondioksida dan gas lainnya. Untuk itulah dengan Maha Kasihnya Alloh, manusia diberikan semacam filter untuk menyaring gas-gas tersebut.
Sehingga yang masuk dan mengalir bersama darah dalam tubuh hanya oksigen.

Begitu pula sebuah kebahagian, sesungguhnya kebahagiaan tersedia dimanapun kita berada, dalam kondisi apapun hidup kita. Ketika lapang ataupun sempit, kebahagiaan tersedia didepan mata, keputusan kitasendirilah yang akan mengambilnya atau tidak. Permasalahannya, seberapa baik kualitas filter kebahagiaan yang kita miliki, itulah yang akan tersaring.

Kualitas Filter kebahagiaan seseorang erat terkait dengan rasa syukur kita terhadap Alloh Sang Pemberi Rahmat. Tak terlepas juga definisi standar kebahagiaan seperti apa yang ingin diperoleh. Sejatinya, kebahagiaan seorang muslim ialah ketika Alloh Ridho terhadap apa yang ia miliki, ia rasakan dan yang ia perbuat. Bukan standar yang disandarkan kepada orang lain.

Rasa bahagia tidak mesti diukur dengan banyaknya uang. Yang kini banyak dikejar oleh banyak orang dengan menghalalkan segala cara, dengan dalih mencari kebahagiaan, yang sebenarnya semu, hanya fatamorgana. Banyak orang kaya diluar sana, artis, selebritis, pengusaha miliuner ataupun pejabat tinggi. Tidak kunjung merasakan kebahagiaan, meskipun hartanya tak terbilang banyaknya. Hidupnya hampa, bahkan banyak pula berita yang menulis kebanyakan dari meraka bunuh diri karena depresi.

Kebahagiaan manusia sebagai makhluk, kita percayakan sajalah kepada yang menciptakan kita semua. Dialah Alloh SWT, bahwasanya Alloh melengkapi manusia dengan akal, naluri dan kebutuhan jasmani. Apabila semua itu dipenuhi dengan layak dan seimbang serta diperolehnya dengan syarat dan ketentuaan yang terikat dengan aturanNya. InsyaAlloh kebahagiaan sejati akan dapat kita rasakan.

Rasakanlah kebahagiaan saat ini, bukan nanti. Berbahagialah dengan apa yang kita miliki saat ini, bukan menginginkan milik orang lain. Berbahagialah danbersyukurlah oksigen yang tersedia diberikan gratis oleh Alloh, bayangkan orang sakit yang kesulitan menghirup oksigen, yang harus membelinya dengan berlembar-lembar rupiah. Berbahagialah dan nikmatilah hidup yang singkat ini.



No comments:

Post a Comment