Wednesday, 18 September 2013

Laboratorium Kehidupan

www.santinabila.com
Obat yang manjur diperoleh dari formula yang dihasilkan dari sederet percobaan yang makan waktu yang cukup lama. Diteliti setiap reaksi yang dihasilkan dengan kesabaran yang tak terbatas. Percobaan demi percobaan dilakukan, sesekali muncul kesalahan.  Trial and Error hanya bagian dari proses, komposisi yang tepat
dari sejumlah komponen adalah kunci keberhasilan. Diperlukan bekal pengetahuan yang dalam
untuk menemukan jenis komponen serta takaran yang “PAS”. Sekali lagi hanya untuk mendapatkan formula obat yang manjur nan ampuh sebagai upaya menyembuhkan penyakit yang belum diketahui obatnya.

Begitu pula dengan kehidupan yang kita jalani saat ini. Kehidupan ini hanyalah sebuah laboratorium dalam ukuran besar, untuk menghasilkan manusia yang mulia. Alloh menciptakan manusia dengan semua keistimewaannya yang tidak dimiliki makhluk Alloh yang lain. Bahkan Alloh telah melabelkan manusia yang berpegang kepada Islam sebagai umat yang terbaik (khoiru ummah). Namun kenyataannya, saat ini, apakah kita sudah menjadi ummat yang terbaik?? Sayangnya TIDAK... Apa yang harus kita lakukan dalam laboratorium kehidupan ini agar manusia yang mulia itu dapat terwujud? Komponen apa saja yang dibutuhkan agar semua itu terwujud?

 Kemuliaan seseorang bukan karena diukur dari kekayaan yang mampu dia kumpulkan, bukan karena jabatan yang tinggi. Melainkan diukur dari ketakwaannya. Seberapa besar keterikatannya terhadap aturan yang telah Alloh turunkan untuk manusia. Juga seberapa besar kesadarannya akan hubungan antara penciptaNya. Ternyata untuk menjadi manusia yang mulia saat ini sangatlah sulit. Berbagai aturan yang membelenggu saat ini, membuat kita sadar ataupun tak sadar menyeret kita kedalam sesuatu yang tidak bahkan dilarang oleh pencipta kita.

Komponen yang dapat menjamin dan melindungi kita agar menjadi manusia yang mulia, setidaknya ada 4(empat) komponen; ketakwaan individu, kontrol masyarakat, aturan yang mengikat antar masyarakat serta adanya negara sebagai kontrol yang menjamin aturan tersebut terlaksana dengan baik. Sedihnya, keempat komponen tersebut telah rapuh, keropos terkena virus yang bernama sekularisme, kapitalisme, hedonisme serta isme-isme sesat lainnya. Menghantam keempat komponen yang berfungsi sebagai pilar kemuliaan seseorang. Bahkan, untuk memastikan ketakwaan diri pribadi pun, perlu kesungguhan yang besar, perangkap besar siap memperosokkan kita ketika lengah.
Ya Alloh ampuni hamba...

www.quantum-student.com

No comments:

Post a Comment