Wednesday, 14 August 2013

Rumput Tetangga Lebih hijau??

http://www.santinabila.com/2013/08/rumput-tetangga-lebih-hijau.html
Pernahkah kita mendengar pribahasa “rumput tetangga lebih hijau?” yang maknanya kurang lebih, jika melihat kondisi orang lain, nampak yang tertanggap oleh mata kita hanyalah kebahagiaan. Jauh dari kesulitan yang jauh berbeda dengan apa yang kita alami. Padahal kenyataannya??? BELUM TENTU...!!
Siapapun dari kita, pasti menginginkan memiliki rumput dihalaman rumah yang indah dipandang, menyejukkan mata, diikuti decak kagum setiap orang yang melihat. Namun sadarkah kita, untuk memiliki rumput hijau, subur dan lebat juga memiliki konsekwensi pengorbanan yang besar juga?
Mulai dari pemberian pupuk secara teratur, disirami secara berkala, mencabuti rumput liar yang mengganggu pemandangan, dan lain-lain... dan lain-lain... Itu semua butuh maintenance yang tidak murah. Betul??

Disaat moment Iedul-fitri ini adalah kesempatan untuk saling bersilaturrahmi kepada kerabat, sahabat, tetangga terdekat serta yang lainnya. Saling berkunjung dan menanyakan kabar satu sama lain, yang jarang dilakukan saat rutinitas aktifitas keseharian mulai menyita perhatian. Beragam cerita, beragam cara, beragam pengalaman yang terlahir dari aktivitas silaturrahmi tersebut. Saya hanya dapat menangkap dan menyimpannya informasi tersebut dalam otak, yang kelak jika saya butuhkan akan dapat dengan mudah saya akan me-recall nya lagi. Banyak pelajaran yang saya dapatkan hasil dari proses yang dikirimkan otak sebagai respon terhadap informasi  yang telah saya masukkan tadi. Sebuah pengalaman, tidak harus kita sendiri yang mengalaminya khaannn....??

Terungkaplah benang merah yang dari setiap kasus yang berbeda, yang saya temui. Contoh, Si B menganggap kehidupan si A jauh lebih sempurna dan lebih bahagia dibanding dirinya. Namun, uniknya ketika dilain kesempatan saya mengunjungi A, pernyataannya pun sama persis, walaupun tidak janjian, bahwa kehidupan si B jauh lebih sempurna dan lebih bahagia dibanding dirinya. Jika saya diizinkan untuk berkomentar, hal ini hanyalah permasalahan BERSYUKUR.

Allooh Maha Adil, ingatlah baik-baik! Diberikan kesedihan, pasti juga terselip kebahagian. Begitu pula dibalik kebahagiaan, pasti pula terselip kesedihan. Dalam menyikapi problematika hidup, akan terlihat kualitas seseorang. Besar kecilnya permasalahan hidup tergantung bagaimana seseorang dapat merespon dan menyikapinya saja. Tidak ada masalah yang besar untuk orang-orang yang bermental besar. Sebaliknya, masalah kecil, sepele, remeh-temeh akan menjadi sangat besar untuk orang-orang yang kerdil mentalnya.

Jadi permasalahan terbesar sebenarnya ada pada diri kita sendiri. Bukan pada masalah yang sedang kita hadapi. So...?? yuk... bangkit, ingatlah setiap orang berhak bahagia. Banyak cara meraih kebahagiaan, carilah kebahagiaan yang Alloh ridhoi, niscaya hidup kita akan tenang. Alloh tidak akan meninggalkan hambanya, yakinlah itu!.

www.quantum-student.com

1 comment:

  1. rumput tetangga pasti lebih hijau, soalnya aku gak punya rumput hehehe. Salam kenal mbak. mohon maaf lahir dan batin. oh ya sudah aku confirm ya pertemanannya di FB

    ReplyDelete