Wednesday, 21 August 2013

Jaminan


http://www.santinabila.com/2013/08/jaminan.html
Kapan barang akan saya terima setelah transfer? Pertanyaan seorang konsumen via online. Kapan kira-kira mobil saya akan selesai diservis? Tanya seorang pelanggan kepada karyawan bengkel.

Serta banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang menanyakan perihal kepastian. Akankah pertanyaan itu sulit atau bahkan tidak dapat dijawab?
Jika menyangkut proses tertentu yang sudah sering, kita akan mudah menjawab. Karena diperkuat oleh pengalaman yang sudah sering terjadi.  Namun akan sulit bahkan tidak bisa dijawab ketika yang dipertanyakan adalah kepastian yang hanya bisa dijawab oleh Sang pemilik otoritas . Misal, Kapan saya akan bahagia? Kapan saya akan mendapatkan jodoh? Kapan saya akan memiliki rumah dan mobil mewah? Kapan usia saya berakhir?

Ada yang bisa menjawab???? ^^


Sama halnya dengan percakapan saya beberapa waktu lalu bersama teman lama, yang kebetulan saat ini menjadi agen salah satu asuransi. Dia hendak memprospek saya untuk bergabung dan menjadi nasabahnya. Panjang lebar dia terangkan benefid jika bergabung dengan asuransi miliknya. Dengan semangat ’45 dia pun membandingkan produk asuransi yang dia tawarkan, dengan asuransi yang ada saaat ini. Mulai dari asuransi kesehatan, kepemilikan barang, pendidikan hingga asuransi kematian. Intinya dia coba meyakinkan saya, untuk mengatakan asuransi yang dia tawarkan menjamin, premi yang diberikan pasti 100% aman.


Pada awalnya saya membiarkannya saja, saya menghargai ketulusan hatinya dalam menjelaskan produkasuransi tersebut. Sampai ia bertanya respon saya. Memang benar, bahwayang dia sampaikan bisa saja bahkan pasti terjadi. Misalnya, sakit, kebakaran rumah, kecurian kendaraan, bahkan kematian. Semua memang kejadian yang lumrah terjadi, dapat menimpa siapapun. Dan lagi-lagi dia “menjual” kepastian, dengan pertanyaan, “bagaimana ketika musibah itu menimpa dan saat itu kita dalam keadaan tidak berdaya? Bukankah lebih baik, sedia payung sebelum hujan?”


Saya hanya tersenyum, dan menjawab dengan pertanyaan, “seberapa besar kepastian mendapat musibah dengan kepastian bahwa Alloh lah yang akan memberi rezeki? “seberapa besar keyakinan kita dengan perusahaan asuransi, dibandingkan dengan keyakinan bahwa Alloh lah yang menjamin rezeki kita. Sakit, musibah, bahkan kematian bisa terjadi. Namun pertanyaannya, “kapan itu terjadi? Dan apakah saat itu pasti tidak akan mampu membiayai musibah itu? Apakah dalam islam ada ajaran tentang asuransi?” dan yang terpenting fakta yang terjadi adalah bisnis asuransi dalam hal pengelolaan uangnya dilipat gandakan dengan berbasiskan RIBA. Diakhir percakapan saya dengan tegas dan lembut, mengatakan TIDAK Berminat. Karena tidak ada seorangpun yang dapat menjamin 100% untuk hal apapun. Sebab siapa yang dapat menjamin umur kita akan ada hingga esok hari? ketika badan sudah menjadi jasad, tak ada lagi urusan apapun didunia ini. Selesai dan berakhir semuaa... @_@



No comments:

Post a Comment