Wednesday, 7 August 2013

Bilakah ini Romadhanku yang terakhir??


http://www.santinabila.com/2013/07/bilakah-ini-romadhanku-yang-terakhir.html
Pernahkah kita membayangkan jika romadhan tahun ini adalah romadhan terakhir? Apa yang akan kita lakukan jika mengetahuinya? Apa yang akan kita siapkan untuk diri kita, untuk orang-orang yang sangat kita cintai, untuk keluarga besar yang akan kita tinggalkan, untuk orang-orang yang pernah turut menorehkan warna-warni kehidupan kita?
Untuk orang-orang yang pernah berjasa atau bahkan yang pernah menyakiti dan menghianati kita?

Entah mengapa romadhan kali ini, saya begitu sensitif. Pertanyaan diatas sering kali muncul begitu saja dalam kepala ini. Dikala banyak orang sibuk mempersiapkan makanan untuk berbuka yang tidak biasanya, berburu baju baru untuk lebaran, serta rencana mudik yang membuat heboh petugas pantura. Sama sekali saya tidak tertarik, Saya lebih memilih bergaul sendiri dengan al-qur’an. Saya begitu menikmati lantunan suara yang mengalir melalui lisan ini. Seperti hypnotis, saya larut kedalamnya. Saya membiarkan diri ini larut lebih dalam dalam lantunannya. Sesekali butiran bening menetes dari sudut mata ini.

Selama membaca al-Qur’an, Khayalan saya bergrilya me-reply perjalanan hidup yang sudah terlewati, mengingat semua peristiwa yang melibatkan emosi saya. Mulai dari yang paling membahagiakan sampai yang paling menyakitkan. Di usia saya yang sudah tidak bisa dikatakan remaja lagi, peristiwa itu satu persatu saya coba untuk dapat melihatnya dengan bijak. Mencari tau hikmah apa yang bisa saya ambil pelajarannya dari setiap kejadian.

Tanpa disadari, saya bahkan mampu bertahan membaca Al-qur’an hingga 2 jam, yang tidak pernah saya lakukan di waktu biasa. Bahkan bisa lebih dari 2 jam, jika tidak ada sesuatu pekerjaan yang harus saya selesaikan. Benar-benar saya menikmatinya. Setelah selesai membacanya, seolah al-qur’an itu tersenyum dan berterima kasih karena saya sudah membacanya. Sebaliknya ketika saya tidak membacanya, karena alasan yang biasa dialami seorang wanita tiap bulannya.Seolah ketika saya memandangi al-qur’an rasanya ia merajuk untuk saya dapat memegangnya, memeluknya, memangkunya, membaca dan mencium di akhir bacaan. Jika memungkinkan, saya ingin jika waktu saya tiba, al-qur’an kesayangan saya ada dalam dekapan saya.

Dalam lantunan bacaan tersebut, saya selalu berdoa agar Alloh membalas orang-orang yang pernah berbuat baik terhadap saya, yang saya sadari atau tidak, yang saya kenal maupun tidak. Karena waktu saya dan keterbatasan saya tidak memungkinkan untuk membalas mereka. Terutama kedua orang tua, suami, adik-adik saya, sahabat dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan saya.

Oleh karena itu, romadhan tahun ini, saya akan lebih mencintai al-qur’an. Saya akan berkomitmen untuk MENGHATAMKANNYA TIAP BULAN. Sebagaimana kommitment yang selalu saya buat di tiap romadhan, membawa satu amalan sunnah selama romadhan ke bulan biasa. Sebagai kompetisi diri sendiri agar lebih baik tiap tahunnya. Semoga istiqomah...

www.quantum-student.com

No comments:

Post a Comment