Wednesday, 26 June 2013

Resiko... ? Why not !!


http://www.santinabila.com/2013/06/resiko-why-not.html
Dalam sejarah kebanyakan umat manusia, menghindari resiko adalah sikap yang paling banyak ditemui. Kebanyakan dari mereka akan meng-copy paste gaya hidup orang tua, kakek nenek mereka sebelumnya, tidak berani mencoba sesuatu yang berbeda.
Dengan alasan klasik, “dunia di luar sana penuh bahaya”, katanya. Belum lagi banyaknya label tentang sesuatu yang menakutkan, yang memperbesar ketakutan akan ketidakpasitian. Padahal hal tersebut belum tentu berbahaya, malah bisa jadi surga dunia.

Pertanyaan saya, siapa yang bisa menjamin sesuatu yang pasti di dunia ini? Semuanya tunduk pada kuasa Alloh. Jangankan masa depan bisnis yang serba gaib, usia kita pun, siapa yang bisa memastikan akan ada hingga esok hari?? Semuanya penuh resiko, sesuatu yang hidup beresiko untuk mati, lantas untuk apa ditakuti? Kematian adalah sesuatu yang pasti. Banyak hal bisa terjadi pada Anda jika Anda berani mengambil resiko, dan semuanya mungkin bisa jadi buruk. Siapa yang tahu berapa banyak batu nisan di kuburan kapitalisme saat ini harus bertuliskan “Disini berbaring perusahaan yang mati tanpa resiko”. Sebab perusahaan yang tak berani mengambil resiko, pada akhirnya pun akan tenggelam di telan perubahan dan tuntutan zaman. Semua pilihan ada di tangan kita, selaku pemilik bisnis.

Wajarlah untuk beranggapan bahwa jika Anda berhasil mencapai sesuatu, walau hanya sedikit, muncul godaan besar untuk berhenti berinovasi dan mencari tantangan. Disusul dengan munculnya nasehat “bijak” yang terdengar santer ditelinga “lakukanlah seperti yang selama ini kita lakukan karena begitulah cara kita melakukannya selama ini”. Lebih berat lagi jika hal itu diucapkan oleh orang yang sangat kita hormati dan sayangi. Rasa kasih sayang yang berlebih terkadang justru melemahkan, semua didasarkan hanya karena tidak ingin orang yang dicintainya hidup dalam kepahitan dan kegetiran karena resiko yang tidak jelas ujungnya.

Memang sama sulitnya, bahkan terkadang lebih sulit, untuk mengambil resiko dari suatu keadaan yang selama ini sudah berhasil. Untuk menjajaki kemungkinan mengambil resiko yang baru atau lebih besar adalah perasaan gelisah bahwa segalanya harus lebih baik, bahwa bisnis kita di masa depan memang dalam keadaan bahaya kalau kita tidak mengambil tindakan, lebih parah lagi bahwa kita akan kehilangan peluang. Bahwasanya dunia kompetisi semakin sengit, hanya perusahaan yang terus berinovasilah yang akan survive. Tak adakah hal lain yang perlu kita khawatirkan hari ini untuk memastikan akan sesuatu yang perlu dikhawatirkan besok?? Ditambah lagi dilema seorang pengusaha di zaman kapitalis ini, yang tak kalah menantang kita untuk lebih berani lagi terhadap resiko apapun yang akan terjadi.

Ketika berkreatifitas dalam berinovasi, resiko terbesar adalah kebijakan yang keliru. Tapi jangan takut, berikan ruang untuk sebuah kesalahan. Anda bahkan boleh membenarkan kesalahan-kesalahan tersebut, sehingga menjadi pelajaran berharga, tentang studi kasus yang tidak akan pernah anda jumpai dalam sekolah bisnis manapun. Banyak hal dari sebuah kegagalan yang akan membuat kita mengerti dan mengenal akan kesalahan sebuah management, masalah sebenarnya hanyalah resiko yang tidak berhasil. Salah perhitungan seperti ini, walaupun saat ini terasa sangat mahal, adalah bagian dari sebuah harga yang harus dibayar untuk tetap bisa bertahan dalam dunia bisnis.

Ini hanya tentang sebuah pilihan, jika anda bergerak untuk maju kemungkinannya hanya dua, yang pertama anda maju selangkah dari keadaan awal (walaupun belum berhasil) dan yang kedua keberhasilanlah yang anda dapat. Dan jika anda diam tidak bergerak maju anda akan ada diposisi semula, yang pati sudah tertinggal dengan kompetitor yang sudah maju selangkah didepan. Bukan hanya tertinggal dengan kompetitor, anda pun akan tertinggal oleh dunia yang terus bergerak maju. Dan seperti yang sudah saya ungkapkan, manakala anda merasa nyaman, godaan untuk berhenti mencari tantangan sangatlah besar, hampir takbisa ditolak. Maka, kegagalan pun tak terhindarkan.

Quantum Student berani mengambil resiko dalam berinovasi. yuuk bergerak ... ^^

www.quantum-student.com

5 comments:

  1. Yup, keluar dari Zona Nyaman dan menikmati setiap hal yang baru nan fresh

    Salam blogger ^^

    ReplyDelete
  2. iya bener ka resiko memang selalu menghantu setiap jalan kita..
    jadi hadepin dengan santai aja..

    ReplyDelete
  3. resiko adalah hal sederhana dan tak perlu ditakuti sebab resiko hanyalah sebuah prediksi akal yang menuntut sebuah pilihan tp yg harus kita ingat adalah ' we life for today not for tommorow ' coz we never know about tommorow ' resiko bukan untuk dihindari tp dihadapi sebab resiko adalah bagian dari hidup kita sendiri ~ lakukan semaksimal mungkin untuk hari ini sedang mengenai yg terjadi esok biarkan terjadi dahulu kemudian cari jalan terbaik menghadapinya~ sebab setiap persoalan datang pasti beserta solusinya . Hanya tinggal secepat apa dan semaksimal apa cara kita menemukan jawabannya ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sangat pak...
      Terimakasih atas masukan tambahannya, semoga bermanfaat buat yang baca...

      Delete