Wednesday, 8 May 2013

Peran Besar Wanita

Derajat wanita dalam islam, sangat dimuliakan. Dengan seperangkat kewajibannya, seorang wanita dituntut untuk cerdas, agar dapat menjalankan perannya secara maksimal. Tugas utama dan mulia seorang wanita berada di dalam rumah, sebagai seorang ibu dan mengatur urusan rumah tangga.
Sebagai manager dalam rumah, seorang wanita harus mampu menguasai dan memastikan tanggung jawabnya berjalan dengan baik. Sehingga, anggota keluarga dalam rumah merasakan peranan nya sebagai seorang ibu bagi anaknya sekaligus seorang istri bagi suaminya.

Dalam menjalankan peran yang besar tersebut, diperlukan kerjasama dengan suami, sebagai partner sekaligus imam dalam keluarga. Agar seorang istri hanya mengerjakan hal-hal yang bernilai besar saja. Apabila ada pekerjaan rumah yang mampu didelegasikan pada orang lain, delegasikan lah...! Carilah seseorang yang dapat membantu mengerjakan hal-hal yang low value, maksudnya pekerjaan yang bersifat fisik, yang semua orang dapat mengerjakannya, tidak diperlukan keahlian/pengetahuan khusus.

Sebab jika, semua pekerjaan rumah tangga di kerjakan semua sendiri, keletihan fisik lah yang akan hadir. Memang, setiap keringat yang diteteskan dalam menjalankan kewajiban, akan menjadi ibadah di sisi Alloh. Namun perlu diingat, Alloh memberikan waktu dalam sehari hanya 24 jam. Jika waktu tersebut hanya diisi dengan menghabiskan pekerjaan yang low value seperti itu, bagaimana dengan peran yang lebih besar? Seperti mendidik anak, mengenali seluk beluk kepribadian anak, memotivasi anggota keluarga, menghibur suami atau menciptakan atmosfer rumah yang hangat dan ceria. Dapatkah pekerjaan tersebut dialihkan/digantikan oleh yang lain???

Peran seorang wanita yang besar dalam rumah, harus diselaraskan dengan hanya melakukan pekerjaan yang bedampak besar juga. Bagaimana dapat menghadirkan kehangatan dalam rumah, dengan wajah yang ceria dihiasi senyum yang manis, apabila fisik seorang wanita sudah kelelahan?? Boro-boro melayani suami dengan fresh, atau mendengarkan curhatan aktivitas anak dan suami selama di luar rumah. Tidak melampiaskan emosi karena kelitihan kepada anggota keluarga saja sudah untung, sebab biasanya orang yang sangat lelah, lebih sensitif perasaannya. Mudah marah.... hehee...

Peran mendidik anak, tidak dapat digantikan oleh siapapun. Ibu adalah guru pertama dan utama bagi seorang anak, dia harus bisa menjadi sahabat anaknya, sekaligus partner suami. Menamamkan akidah yang kuat pada anak, serta membentuk kepribadiannya adalah sesuatu yang membutuhkan ilmu. Menjadi lokomotif yang mampu mendorong semangat suami yang tengah dalam masalah, atau sekedar menjadi teman diskusi dalam mencari solui. Semua itu membutuhkan pengetahuan yang tidak mudah. Salah besar, jika menganggap sia-sia jika seorang wanita yang sudah mengenyam pendidikan tinggi, namun berkarir hanya dirumah. Sebagai ibu rumah tangga.

Jadilah wanita yang senantiasa terus meng up-grade ilmu, sehingga peran kita tidak bisa digantikan oleh siapapun. Tempat istimewa dalam keluarga, hanya mampu ditempati oleh seorang wanita yang istimewa. Menjadi istimewa, syaratnya harus memiliki kelebihan khusus. Jika peran yang kita lakukan sekarang ini, bisa digantikan seorang pembantu. Lantas, relakah anda disamakan dengan seorang pembantu, yang dapat nilai dengan beberapa lembar uang seratus ribuan?? Apakah peran seorang istri dapat dinilai dengan lembaran uang tersebut?? #merenung

www.quantum-student.com  

2 comments: