Wednesday, 15 May 2013

Hidup Hanya Tiga Hari

Kehidupan yang kita nikmati saat ini, merupakan hasil dari apa yang kita usahakan kemarin. Aktivitas yang kita lakukan pada saat ini, akan menentukan nasib kita esok hari. Singkat kata, hidup hanya persoalan kemarin, hari ini dan esok. Bumi yang  kita tinggali saat ini, memiliki beberapa ketentuan. Salah satunya, kaidah sebab-akibat.
Ketika kita menanam biji maka keesokan hari akan tumbuh pohon sebagai akibat benih yang telah kita tanam. Saat lelah, dengan beristirahat maka tenaga akan pulih kembali. Ketika lapar terasa, makan dapat menghilangkan rasa lapar tersebut. Dan begitu seterusnya.

Jangan pernah mengeluh tentang nasib yang tengah kita hadapi saat ini, sebab jika kita mau jujur, kita sendirilah yang menyebabkan dan mengizinkan hal itu terjadi. Hidup adalah serangkaian proses. Proses yang baik akan mengakibatkan sesuatu yang baik pula. Jangan menyalahkan orang lain atau keadaan, apalagi mendikte Alloh dengan meneriakkan ketidak-adilan. Kesulitan yang menghimpit adalah suatu akibat yang harus kita terima, karena sebab yang telah kita perbuat di hari kemarin.

Mungkin anda tidak sependapat dengan saya akan hal ini, coba mari sama-sama kita renungkan dan mengingat kembali, agar kita dapat mengevaluasi diri. Aktivitas apa saja yang sudah kita lakukan kemarin, sehingga hari ini kondisi kita seakan kurang bersahabat. Seberapa keras kita berusaha memperjuangkannya?? Semangatkah kita dalam mengerjakannya? Apakah aktivitas yang kita lakukan mengarah pada tujuan yang diinginkan?? Atau sekedar bergerak, menggugurkan kewajiban saja?? Seberapa dekat kita dengan Alloh Sang pemberi rezeki?? Lebih banyak mana waktu yang kita habiskan, antara mendekatkan diri sambil ikhtiar atau berusaha segenap jiwa raga, hingga waktu untuk Alloh terabaikan??

Yang lalu, biarkan berlalu. Toh, kita hidup untuk masa depan. Masa depan adalah hari esok yang tak seorangpun dapat memberi kepastian. Jangankan kepastian akan nasib kita kelak, umur kita pun tak ada yang bisa memastikan dapat bertahan hingga esok hari. 

Tugas kita hanya, memaksimalkan proses, tunjukkan kepada Alloh sang pemberi rezeki, bahwa kita pantas menerima amanah yang lebih besar lagi. Gunakan akal yang telah Alloh titipkan kepada kita, untuk mempertajam proses yang akan kita pilih. Upayakan dengan berbagai cara, terus upayakan bagaimana agar tangan-tangan Alloh membantu dan mempermudah apa yang sedang kita usahakan, agar tujuan kita teraih. Berikan motivasi dosis tinggi pada diri kita. Jangan pernah berdalih tentang takdir, sebab yang tau hakikat takdir hanya Alloh semata. Ilmu Alloh tak akan mampu kita jangkau sebagai manusia biasa.


No comments:

Post a Comment