Wednesday, 24 April 2013

Investasi Cerdas

Hidup tenang, beribadah lebih khusu’ serta dapat menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta adalah impian dan harapan setiap orang pada masa pensiun di usia senjanya. Berbagai upaya dilakukan untuk meraihnya. Masa muda adalah masa dimana kita dapat melakukan apapun untuk mengumpulkan investasi yang nantinya akan dinikmati di masa depan. Bekerja merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk menyiapkan impian itu.
Namun, seperti yang kita ketahui bersama bekerja pada suatu perusahaan, memiliki keterbatasan. Salah satunya, perusahaan HANYA ingin usia karyawannya produktif, jika ada karyawan yang sering sakit-sakitan atau usia yang sudah sepuh, apakah perusahaan masih tetap mempertahankan karyawan semacam ini?? BELUM TENTU.

Saya akan bercerita sebuah kisah, yang sering dialami oleh seseorang yang akan mendekati masa pensiun. Sebutlah Pak Anton, seorang karyawan pada perusahaan B yang sudah sekitar 30 tahun bekerja. Pada saat usianya menjelang 50 tahun dan mendekati masa pensiun pak Anton bingung, apa yang harus dilakukannya setelah pensiun. Dia punya uang di tabungannya yang ia kumpulkan selama bekerja. Dia berfikir, apakah diinvestasikan, buat usaha sendiri, atau seperti apa? Akhirnya, dengan sedikit bekal pengetahuan dia di dunia bisnis, ia memberanikan diri untuk memulai bisnisnya sendiri. Namun, apa mau dikata, pesangon dan uang tabungan selama bekerja yang nilai nya ratusan juta, ketika dibuat modal membangun bisnisnya, dalam waktu 5 bulan saja LUDES HABIS.

Mengapa? Karena ia tidak pengalaman di bisnis itu, tidak passion, serta tidak memiliki skill dan knowledge pada bisnis itu. Dampaknya sangat LUAR BIASA, selain uangnya LUDES HABIS, HUBUNGAN dengan KELUARGA pun MERENGGANG dengan sendirinya, Pak Anton mendadak berubah, jarang di rumah, waktunya lebih banyak dihabiskan di tempat usahanya, kalaupun pulang pak Anton menjadi seorang yang sangat sensitive, mudah tersinggung, temparamen, mudah marah dan sering melamun. Pak Anton mengalami depresi yang sangat berat.
Asing kah cerita diatas? Atau bahkan cerita diatas sudah sangat sering terjadi?
Sebenarnya, masalah pak Anton sebenarnya hanya bagaimana memastikan uangnya bisa AMAN dan BERKEMBANG dan lebih bagus lagi dapat memberikan MANFAAT bagi banyak orang, Entah uangnya itu akan diinvestasikan atau membangun bisnis sendiri. Apapun bentuk dan nama bisnis itu. Betul apa Betul …?

Maka sebenarnya bapak Anton jika ingin membangun atau memilih bisnis, bisnis tersebut harus sudah memiliki system yang bagus, sudah pengalaman dan juga sudah teruji.
Apakah pak Anton akan memiliki nasib tragis seperti itu, Jika bisnisnya sudah mampu menjawab ketiga pertanyaan ini?

Bapak Anton hanya butuh sebuah “INVESTASI CERDAS” yang juga dikhususkan untuk:
1.    Pensiunan dengan uang pesangon dan bingung menentukan pilihan investasi
2.    Orang yang memiliki uang yang berlebih di bank, dan bingung memilih investasi
3.    Pengusaha yang ingin melebarkan sayap bisnisnya

Suatu investasi dapat dikategorikan “INVESTASI CERDAS” setidaknya minimal memiliki syarat :
•    Memiliki SYSTEM yang sudah comprehensive
•    Memiliki TEAM yang solid dan qualified


Dan yang paling penting dalam berinvestasi, fikirkan bagaimana agar keuntungannya bukan hanya dirasakan di dunia saja, melainkan mengalir terus sampai akhirat. Terus berkah dan melimpah.
Teringat hadis, "ketika anak adam mati, maka putuslah semua perkara, kecuali 3 (tiga) hal, yaitu anak yang sholeh, ilmu yang bermanfaat, dan amal dari harta yang jariah". Menurut saya pribadi, ketiga nya itu dapat diperoleh, ketika berinvestasi di bidang pendidikan.

Insya Allooh berinvestasi di Quantum Student keuntungannya, tidak hanya dirasa di dunia saja, melainkan terus mengalir sampai akhirat. Aamiinn....

www.quantum-student.com