Wednesday, 13 February 2013

Tips Menjual yang Efektif

Selling atau menjual merupakan aktivitas seseorang untuk menyampaikan pesan atau maksud. Bisa berupa ide atau menawarkan produk/jasa. Sudah fitrah manusia, bahwa mereka tidak suka dijuali, namun ada kabar baiknya, yaitu tiap manusia suka membeli atau belanja. Betul… ? so, don’t worry buat para marketer, kesempatan anda sangat
terbuka luas, walaupun competitor ada dimana-mana. Tetap semangat memenangkan hati pelangga. Tugas seorang marketerlah membuat calon konsumen dari yang tidak mengenal produk/jasa kita menjadi kenal. Setelah kenal, lanjut dengan merubah keraguan konsumen menjadi keyakinan untuk kemudian closing/memutuskan membeli produk/jasa yang kita tawarkan.

Terkadang, dalam menawarkan produk/jasa, sering kali kita sudah menjelaskan panjang lebar tentang keunggulan produk/jasa kita, eeh… malah calon pembelinya tak bergeming, cuex aza, malah ada yang kabur menjauhi kita. Hehee… (*kacian deehh luh… ups sory just kidding, ngga apa-apa, itu khan duluu… sebelum anda membaca artikel ini). Memangnya, ada yang salah jika kita menjelaskan kelebihan dan manfaat produk/jasa kita…? Tentu aja ngga ada yang salah koq… !!! Cuma saya ingin tanya, kalo anda “ceramah” panjang lebar tentang produk/jasa anda, apa hubungannya dengan saya… ? So, what getooh… ? Emang anda tau masalah saya apa… ?

Nah itu dia, permasalahannya, sebelum anda memborbardir dengan penjelasan produk/jasa anda, kenali dahulu siapa calon pelanggan anda. Jika sudah pas, baru kemudian kasih solusi dengan produk/jasa kita. Jadi kesannya ngga maksa.com, energi anda juga ngga sia-sia. Misal saya butuh obat sakit kepala, anda ujug-ujug menawarkan piring cantik ke saya, dengan memberitahukan piringnya anti pecah dan bla... bla… bla… (*ngga dilempar sendal juga dah untung…) habis, ngga nyambung ayo mbung… hehehee…

Oke, jika sudah tepat sasaran, maksudnya menemukan calon pembeli yang membutuhkan produk/jasa anda, baru masuk tahap selanjutnya, tahap negosiasi. Ada kunci sukses agar dapat “menggiring” konsumen untuk membeli produk/jasa yang kita tawarkan, agar dalam bernego lebih efektif dan efisien. Tidak ngalor-ngidul ngga karuan, yang akhirnya tidak jadi membeli. Jangan cepat menyalahkan konsumen, jika suara anda habis, keringat anda bercucuran namun harapan untuk closing sale huhu… (*ngga tega nulisnya, lanjutin sendiri aja yach… ^_^)

Untuk itu kenali dulu kebutuhan calon konsumen kita,  Secara umum, manusia modern memiliki 6 kebutuhan dasar, yaitu:
1. Butuh kepastian, kenyamanan, dan keamanan
2. Butuh variasi dan hal-hal baru
3. Butuh cinta, hubungan dan perasaan yang sama terhadap orang lain
4. Butuh unggul dan berbeda dari yang lain
5. butuh tumbuh menjadi lebih baik
6. Butuh merasa bermanfaat dan berkontribusi untuk orang lain

Nah, jika anda sudah kenal kebutuhan dasar manusia, anda boleh mulai percakapan dengan mencari tau kebutuhan dominan si calon pelanggan kita. Kabar baiknya tiap manusia hanya mempunyai satu kebutuhan dasar yang paling dominan. Misalkan, ajikan pertanyaan awal, apa yang paling penting dalam hidupnya… ? Misal, jawabannya keluarga. Berarti dominan nomer tiga, jadi pendekatan dalam menawarkan produk/jasa juga seputar keluarga, karena dia akan lebih interest terhadap anda. Mudah bukan… ? Jelas akan lebih efektif dan efisien. Oh iya, tips berikutnya adalah bicaralah apa yang ingin konsumen dengar, jangan curhat masalah pribadi dengan calon konsumen yach… ? hihihii… (*peace ach…)
Semoga bermanfaat ^_^