Wednesday, 6 February 2013

SAHABAT

Manusia adalah makhluk sosial, begitu pun jika dilihat dari sifat dasar sebagai manusia yang lemah, terbatas dan membutuhkan kepada yang lain. Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita memerlukan teman dalam beraktivitas. Teman datang silih berganti menemani keseharian kita, tidak ada yang abadi di dunia ini.
Beruntunglah mereka yang diberi kelebihan untuk mudah bergaul dengan orang baru, hidup mereka akan lebih berwarna dengan mengenal beragam karakter teman yang berlainan. Sebaliknya, sungguh malang nasib mereka yang sulit bergaul, hidupnya pasti membosankan sehingga perkembangan kepribadiannya pun agak sedikit tersendat. Lebih suka membatasi diri dan tidak suka bergaul dengan orang lain. Kendati demikian, memang ada saat-saat dimana kita harus sendiri, sahabat dekat atau siapapun tak mampu memahami diri kita, selain diri kita sendiri.

Sedikit naik level sedikit, sahabat memiliki arti lebih dari pada sekedar teman. Sahabat kategori saya, pastinya memiliki banyak kesamaan sikap dan prinsip, Sehingga saya nyaman bercerita apapun. Sahabat adalah seseorang yang selalu mengajak untuk kebaikkan, menyemangati ketika diri ini mulai terserang virus malas. Selalu mendorong untuk selalu taat dan mendekat pada Sang Kholiq, sehingga persahabatan kami InsyaAlloh kekal dunia akhirat. 


Saya tidak membatasi sahabat sejati hanya ada seorang saja. Karena sahabat merupakan teman hidup yang menemani aktivitas keseharian. Perjalanan hidup merupakan serangkaian potongan masa yang sudah dan harus kita lewati yang berbeda di tiap masanya. Teman SD saya berbeda dengan teman SMP, SMA, masa kuliah dan masa kini. Teman saja berganti, sahabat pun demikian. Setelah saya ingat kembali, rasanya saya tidak memiliki sahabat pada saat SD dan SMP. Semua terkategori teman jika merujuk definisi sahabat versi saya di atas.

Diantara beberapa sahabat dalam hidup saya, ada beberapa orang yang memiliki arti lebih dari pada sahabat itu sendiri. Ucapannya dan sarannya pas, seperti apa yang saya butuhkan. Tidak bertele-tele atau bahkan tak jelas maksudnya. Ketika hati telah terpaut oleh banyak kesamaan, ucapan dan sarannya bak hipnotis yang langsung masuk kedalam alam bawah sadar saya. Merekalah orang-orang yang mengenal saya dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang.

Ketika situasi tidak memungkinkan saya berfikir jernih, saya selalu menghubungi mereka untuk  teman diskusi. mereka tau persis kelemahan dan kekuatan saya, seraya mengarahkan mencari solusi. Walaupun, saya terkategori orang yang keras kepala, malah teman dekat saya melabelkan saya sebagai “raja debat”. Namun, mereka mampu mematahkan argumen dengan lebih logis, sehingga tak ada alasan bagi saya untuk tidak mengikuti sarannya. Merekalah orang-orang special dalam hidup saya.


No comments:

Post a Comment