Wednesday, 9 January 2013

Mau Mengatur atau Diatur Uang (bag 2)

Ketika anda sudah merasa mampu mendatangkan uang ke dalam rekening tabungan. Akan banyak permasalahan yang akan timbul, jika anda kurang cermat dalam menyimpan uang (KEEPING MONEY). Karena uang merupakan aliran, maka rasanya uang tidak betah berlama-lama di rekening tabungan ataupun di dompet. Bawaannya mau keluaaarr terus… (betul begitu…?)
banyak sekali godaan untuk uang berlama-lama di dompet. Salah satu akibat terburuk adalah terjebak kedalam penyakit yang bernama… HUTANG (DEBT).

Pintu pertama prilaku yang dapat menjerumuskan anda kedalam DEBT adalah prilaku over spending (pengeluaran yang berlebih). Hal ini dapat disebabkan karena kurang matangnya dalam berencana (Planning). Ada beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk sembuh dari penyakit ini. Diantaranya adalah :
  •     Mendefinisikan dengan jelas antara kebutuhan (need) dan keinginan (wants)
  •     Membuat check list untuk mempermudah perencanaan  dan mengontrolnya

Pintu kedua prilaku yang dapat memaksa anda ke dalam DEBT adalah under earning (kurangnya pendapatan). Tidak dapat dipungkiri, hidup pasti butuh biaya, bagaimana jadinya jika pendapatannya minim atau bahkan tidak memiliki pendapatan (terjebak untuk selalu membayar hutang)… ?

Berhemat atau bahkan tidak belanja barang/jasa yang dibutuhkan bukanlah cara yang jitu dalam menyelesaikan akar masalah ini. Mungkin bisa kita sepakati bersama dengan mengubah kata hemat menjadi efektif dan efisien, maksudnya tetap melakukan pembelian hanya saja lebih tepat sasaran, sedangkan berhemat dapat berarti mengurangi belanja yanng biasa kita beli atau sama sekali tidak membeli lagi. Untuk amannya, kita dapat membagi uang yang telah diperoleh menjadi beberapa rekening dan persentasi pembagiannya:
  •     10% FFA (Financial Freedom Account) > investasi
  •     10% LTSS (Long Term Saving for Spending) > membeli tanah, rumah, dll
  •     55% NEC (Necessities) > kebutuhan rutin sehari-hari
  •     10% EDUC (Education) > biaya pendidikan
  •     5% PLAY (senang-senang) > rekreasi, memanjakan diri, dll    
  •     10% GIVE (beramal) > infak, sedekah, dll

Bagaimana dapat membagi semua itu, jika pendapatannya sangat kurang bahkan tidak memiliki pendapatan (pendapatannya tersedot untuk membayar hutang). Terapi seperti apa agar dapat terbabas dari under earning… ? Dengan mudah saya pun dapat menjawab, ya dengan meningkatkan pendapatan doong. Hehehe… Bagaimana caranya… ? Nah itu yang akan kita bahas sedikit disini.
Ada baberapa cara untuk meningkatkan pendapatan, yaitu dengan :
  •     memenuhi kaidah kausalitas (sebab-akibat)
  •     meningkatkan values pada jasa/barang dan pemiliknya
  •     menaikkan harga untuk memperbesar profit
Ternyata menjaga dan mengatur uang juga harus memiliki pengetahuan dan keahlian tersendiri yah..? setelah membaca uraian pendek diatas, izinkan saya bertanya,
Apakah anda merasa kesulitan dalam menjaga dan mengatur uang… ?
Apakah uang yang telah anda dapatkan keluar begitu saja, tanpa anda sadari… ?
Mau tau lebih jauh cara menjaga dan mengatur keuangan anda… ?

Pintu yang ketiga prilaku seseorang dapat terjebak hutang adalah kejadian yang tidak diharapkan (Unexpected Event). Seperti mendapat musibah kebakaran, gempa bumi, kerabat yang sakit dsb. Untuk pintu yang satu ini saya tidak dapat membahasnya dengan panjang, karena hal ini terkait dengan ketetapan ALLOOH. Namun hal ini tidaklah menjadi terlalu buruk ketika kita memiliki investasi/tabungan yang cukup, bahasa kerennya mah "MAN-TAB" (Makan Tabungan) heheee...

Saya hanya menyarankan, bahwa “ hutang (DEBT) jangan difikirkan apalagi dipusingkan, yang benar adalah dibayarkan…” 

Setelah mahir mendapatkan uang dan mengaturnya, langkah selanjutnya yang harus difikirkan adalah, bagaimana mengembangkan uang. Sebab uang yang disimpan saja, lama-lama akan habis, dicuri oleh yang namanya inflasi. Oleh sebab itu, lanjut lagi yuukk baca terusan Mau Mengatur atau Diatur Uang (bag 3)