Wednesday, 26 December 2012

Takut yang Memberdayakan

Takut adalah perasaan akan suatu kejadian yang tidak ingin dialami. Tiap-tiap orang memiliki rasa takut yang berlainan satu dengan yang lain. Sebuah rasa yang alami dimiliki tiap orang, termasuk seorang pemberani sekalipun. Rasa takut ini pun memiliki pengaruh yang berbeda pada masing-masing ketakutan. Ada yang berdampak positif, ada juga yang berdampak negatif. Permasalahannya, bagaimana kita menyikapinya dengan benar, sehingga setiap ketakutan yang ada pada diri ini, akan memiliki dampak positif.

Takut pada hewan buas yang liar, takut pada ketinggian, takut pada gelap yang pekat, takut bicara dipanggung,

takut jatuh miskin, takut mati, dan banyak lagi macam ketakutan. Pertanyaannya, sudah tepatkah rasa takut yang kita miliki, maksudnya benarkah hal tersebut sesuatu yang layak kita takuti? Sehingga kita bener-benar berusaha sekuat tenaga,mencurahkan segenap pemikiran agar ketakutan tersebut tidak menjadi kenyataan. Bagaimana dengan takut terhadap Alloh? Seberapa takut anda terhadap Alloh? Apakah kadarnya melebihi ketakutan yang sudah saya sebut diatas??

Ketakutan yang berlebih untuk hal-hal yang kurang esensi, akan menghadiahi kegelisahan yang tidak menenangkan hati. Namun, ketika ketakutan diarahkan kepada sesuatu yang benar-benar harus ditakuti, akan memberikan dampak positif. Ya.. hanya Alloh yang layak ditakuti, sebab Alloh lah yang memiliki neraka. Sebuah tempat yang digunakan untuk menyiksa makhluknya yang membangkang terhadap perintah dan larangannya. Tempat dimana berkumpulnya orang-orang yang merugi, sehingga penyesalan pun tak mampu mengembalikannya ke dunia kembali, untuk memperbaiki diri. Konon, dikisahkan seringan-ringannya siksa di dalam neraka adalah ketika kaki menginjakkan kaki dalam neraka, maka mendidihlah otak yang ada di kepala. Saking panasnya.

Begitu pedih siksa dalam api neraka, sebagai ilustrasi, bagaimana air yang mendidih pada kondisi 100oc menyentuh sehingga dapat menghancurkan kulit ketika tersiram. Panas api neraka bukan hanya menghancurkan kulit, melainkan mendidihkan otak. Itu seringan-ringannya siksa api neraka, bagaimana penyiksaan yang lain? Tak terbayang ada orang yang sanggup menerima siksa tersebut.

Hingga seorang khalifah sekaligus sahabat nabi yang tercinta, Umar bin khotob dapat menangis tersedu-sedu ketika malam hari, tatkala menyesali dosa yang telah diperbuatnya. Padahal, siapa yang tidak kenal seorang ‘singa padang pasir’ sang pemberani itu? Beliau tidak pernah gentar atau takut pada siapapun, namun ketika teringat siksa neraka, semua berubah 180o. Itulah ketakutan yang memberdayakan. Takut yang mampu membuat kita selalu tersadar untuk berhati-hati dalam bertindak.

Tidak ada manusia yang bersih tanpa dosa, orang baik pun bukan orang yang tidak pernah berbuat dosa. Melainkan orang yang terus memperbaiki diri, untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mohonlah ampunan dan belas kasihnya Alloh. Semoga kita semua selamat dari siksa api nerakanya Alloh SWT.
Aamiin...

www.quantum-student.com  


No comments:

Post a Comment