Wednesday, 12 December 2012

Motivasi Dosis Tinggi

Seseorang bergerak/melakukan sesuatu setidaknya ada dua pendorong utamanya, yaitu pleasure (kesenangan) dan pain (kesusahan). Maksudnya, ketika seseorang menginginkan atau mentargetkan sesuatu yang ingin diraihnya (dream), maka ia akan bersemangat untuk bergerak dan mewujudkannya.
Sebaliknya, seseorangpun akan memiliki dorongan untuk bergerak, ketika ia ingin meninggalkan sesuatu yang membuatnya sedih/sengsara.

Ilustrasi sederhana antara pain dan dream, adalah anda bayangkan sedang berjalan kaki seorang diri,  pada suatu komplek perumahan pada siang hari yang sepi, karena penghuninya berada di tempat aktivitas masing-masing. Saat itu Anda ingin berjalan ke sebuah warung es kelapa yang berada di ujung jalan yang cukup jauh dari tempat anda berdiri. Panas yang menyengat, membuat anda tidak bersemangat untuk berjalan ke ujung jalan tadi. Sebenarnya, anda sangat ingin menikmati es kelapa yang segar dan dingin. Sehingga anda pun tetap menempuh perjalanan yang kurang anda sukai itu.

Namun tiba-tiba, dengan semangat yang pas-pas an itu berubah menjadi semangat 45. Anda begitu bergairah untuk menuju ujung gang tersebut, bahkan yang tadinya berjalan, kini berlari... anda berlari sangat kencang. Namun apa penyebabnya? Yah... betul... penyebabnya ada seekor anjing mengejar anda. Dengan serta merta anda berlari tunggang langgang menghindari gigitan anjing.

Itulah maksud saya, terkadang ketika rasa malas datang, buat lah motivasi diri sendiri yang menggambarkan sesuatu yang sangat ingin anda raih, bersamaan dengan itu, ciptakanlah suatu keadaan dimana anda tidak ingin mengalaminya. Hindarilah sebisa mungkin dengan segala kemampuan anda. Itu yang biasa saya lakukan ketika sedang kendur motivasinya.

Banyak orsng-orang disekitar yang memotivasi diri saya ketika sinyalnyasedang 3G (Galau Gundah Gulana), namun sering pula tidak mempan. Ada barrier dalam diri saya yang mampu mementalkan niat baik orang lain yang coba memotivasi diri saya. Karena saya memiliki prinsip, semua orang boleh menyarankan, berpendapat dn memberi masukan terhadap saya. Namun saya sendirilah yang akan mengambil keputusan. Usulan dari berbagai sudut pandang tersebut, hanya saya jadikan referensi untuk saya menggambil keputusan.

Jadi memang benar, motivator yang sangat baik adalah diri sendiri, buatlah sebuah keputusan sendiri. Sehingga kita tidak akan menyalahkan pihak manapun dalam keputusan yang sudah kita pilih. Bertanggung jawablah terhadap keputusan tersebut.

www.quantum-student

 

No comments:

Post a Comment