Wednesday, 21 November 2012

Hidup Seperti Roda Berputar??

http://www.santinabila.com/2012/11/hidup-seperti-roda-berputar.html
Katanya hidup itu seperti roda berputar, terkadang di bawah kadang di atas. Terkadang berada pada puncak kejayaan namun suatu saat akan terpuruk, berada pada posisi di bawah. Celakanya, pendapat ini banyak diyakini dan menjadi belief system. Benarkah demikian??


Allooh SWT pasti akan menguji hambanya berupa cobaan/ujian, untuk menguji seberapa kuat keinginannya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Ujian diberikan untuk mengukur seberapa pantas kita dapat naik level. Artinya kehidupan kita akan naik lebih baik lagi, manakala lulus ujian. Namun, pada proses ini lah yang biasa diterjemahkan kebanyakan orang sebagai kondisi terpuruk, kondisi di bawah (dip). Kebanyakan orang berteriak tentang masalah, karena menurut keyakinannya, masalah adalah sumber petaka dalam hidupnya. sebagaimana yang pernah saya bahas sebelumnya, tentang hakikat sebuah masalah, adalah salah satu wujud perhatian dan cinta Alloh kepada kita. sikapilah dengan bijak.


Sedikit ilustrasi yang mungkin dapat kita renungkan, bagi seekor rajawali, satu-satunya hambatan untuk terbang adalah udara. Tetapi jika udara itu diambil dan burung tersebut dibiarkan terbang dalam kehampaan tanpa udara, burung rajawali itu segera jatuh ketanah dan tidak dapat terbang sama sekali. Lain hal ceritanya dengan mekanisme jalannya perahu, hambatan utama yang harus diatasi oleh sebuah perahu bermotor adalah air yang menyentuh baling-baling perahu. Tetapi jika tidak ada air sebagai penahan, perahu ini justru tidak dapat bergerak sama sekali. Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa hambatan adalah kondisi yang “harus ada” bagi sebuah proses kesuksesan.


Padahal jika kita ingat kembali hambatan/kesulitan yang mungkin saat ini dialami, pasti tidak lah sama kesulitannya di masa lalu, betul?? Sebenarnya jika kita gambarkan dalam diagram statistik, rangkaian hidup yang kita jalani, seperti garis lurus yang gradiennya menanjak ke atas. Level kita saat ini jauh lebih tinggi/meningkat dibandingkan dengan masa lalu. Namun memang, jika grafik itu di zoom, maka akan terlihat grafiknya naik turun, namun tetap kecendrungannya naik ke atas (seperti grafik fluktuasi nilai tukar emas terhadap rupiah). Memiliki kecendrungan yang terus naik, walaupun kenyataannya terkadang harga jualnya turun.


Jika kehidupan memang seperti roda berputar, yang pada saat kita berada di puncak kejayaan, terus kemudian jatuh tersungkur sampai level paling bawah, kembali ke nol lagi. Artinya tidak adakah yang dapat diambil pelajaran sama sekali dari pengalaman menuju puncak kejayaan tersebut. Padahal jika kita ingin kembali bangkit dan memulainya kembali, pasti lebih mudah, sebab kita sudah melakukan hal yang sama sebelumnya, kitalah yang mengusahakannya. Memori ingatan akan pengalaman kita masih cukup baik, bukankah hal itu dapat membantu? Pengalaman adalah guru yang paling terbaik?? Semoga kita semua segera mengganti belief system yang negatif menjadi positif, dan bijak dalam menanggapi masalah/tantangan.

www.quantum-student.com


No comments:

Post a Comment