Wednesday, 24 October 2012

Hedonisme

“This is my life” begitu yang sering diucapkan kebanyakan orang yang tidak ingin hidupnya diatur. Dan pengikut aliran ini ternyata jumlahnya tidak sedikit. Mereka tidak mau di atur, ingin melakukan apapun yang mereka kehendaki. Pertanyaannya adalah, benarkah mereka tau apa yang mereka inginkan?
Sudah seberapa kenalkah mereka pada diri mereka sendiri? Benarkah hidup hanya dapat dinikmati  jika kebebasan ada dalam genggaman?

Ketika pagi hari, mengapa yang muncul selalu matahari? Dan mengapa ketika malam menjelang selalu diikuti dengan sang rembulan? Mengapa juga jika kita melempar sesuatu ke atas, pasti akan jatuh, turun kebawah? Kira-kira adakah peraturan yang berlaku? Bilakah semua itu keluar dari aturannya? Akan jadi seperti apa kejadiannya? Keteraturan mutlak diperlukan.


Pada dasarnya, memang manusia memiliki naluri baqo’ yang tidak ingin segalanya diatur, ingin bebas, membenci aturan yang mengekang kebebasannya, dan ingin menyalurkan hawa nafsunya tanpa dihalangi. Tapi ingat, manusia memiliki sifat terbatas. Tidak semua keinginan dapat di peroleh. Memang antara benci dan cinta dapat didefinisikan ke dalam bentuk apapun dan oleh siapa pun. Namun, sebagai seorang muslim, jelas benci dan cinta distandarkan bagaimana islam mengaturnya.


Manusia boleh melakukan apapun di dunia ini, hanya saja apa yang dilakukan selama di dunia ini kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Akhirat adalah kehidupan yang abadi, selamanya. Relakah jika menukar yang abadi dengan yang sementara? Saya yakin anda cerdas dalam menjawabnya.

Hedonisme sengaja digulirkan untuk menghancurkan manusia. Peraturan serba boleh di legalkan, manusia bebas menjalankan kehidupannya berdasarkan nafsunya saja. Lambat tapi pasti, kebanyakan mereka menuju jurang kehancuran. Aturan yang diberikan oleh sang maha pencipta di hempaskan, yang sejatinya sang penciptalah yang tau apa yang terbaik untuk mahluk ciptaannya.


Untuk itulah mari bahu-membahu mengembalikan aturan yang kacau ini kepada aturan yang telah di buat oleh sang pencipta. Karena hanya aturanNya yang tau apa yang terbaik untuk manusia. Terkadang, apa yang menurut prasangkaan manusia buruk bisa jadi itulah yang terbaik menurut sang pencipta. Sebab di dalamnya terkandung pelajaran yang sangat berharga untuk masa depannya kelak.

www.quantum-student.com  


No comments:

Post a Comment