Wednesday, 19 September 2012

Memulai... Memulai... dan Memulai...

Hari ini saya mendapat banyak CV dari pelamar yang ingin melamar pekerjaan di QS. Sebagai respon dari iklan lowongan yang kami pasang seminggu sebelumnya. Satu-persatu saya lihat data pelamar. Kebanyakan sudah berpengalaman di tempat lain.
Minimal masing-masing berpengalaman di dua perusahaan yang berbeda dalam jangka waktu satu tahun.

Saya hanya mengambil nafas panjang, melihat fenomena ini. Memang saya akui, banyak faktor yang melatarbelakangi seorang pekerja mudah berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Pertanyaan yang memenuhi kepala saya adalah, “apakah pengalaman berpindah-pindah perusahaan yang saya cari?? Atau pengalaman seseorang yang expert di bidangnya, dengan waktu yangrelatif lebih matang?” “keahliaan macam apa yang didapat dalam waktu enam bulan?” “tidak kah mereka berfikir akan terus melakukan pola keluar masuk pekerjaan hingga usia senja, dimana saat itu perusahaan yang lain pun, enggan menerimanya karena faktor fisik dan pemikiran yang semakin lemah termakan usia?”

Saya berfikir, jika pelamar-pelamar ini dengan mudahnya berpindah kerja, kemungkinannya pun kurang lebih sama, jika mereka saya terima di perusahaan kami. Mungkin julukan yang pantas untuk pelamar semacam ini adalah pekerjaannya "melamar kerjaan". Padahal turn over karyawan, dapat menyebabkan ketidakstabilan proses yang ada. Saya pribadi akan memilih pelamar yang berpengalaman dengan masa kerja yang panjang, sehingga skillnya yang sudah matang. Berpengalaman di satu bidang dan fokus disitu.

Teringat sebuah statement yang menyebutkan, bahwa seorang pemenang adalah orang yang berani memulai dan menyelesaikannya dengan tuntas. Sebaliknya seorang pecundang adalah orang yang hanya bisa memulai... memulai... dan memulai... Sehingga dia tidak akan pernah tau pola apa saja yang akan dilaluinya, yang mengantarkan dirinya kepada level expert (ahli).

Kesuksesan mengikuti pola tertentu, tugas kita adalah menemukan dan melakukan tahapan pola tersebut, sehingga akan mengantarkan KESUKSESAN yangkita inginkan. Carilah orang yang kita anggap sukses. Karena dia telah melewati pola tersebut, dan ikuti. Demikian juga dengan kegagalan, akan meninggalkan pola tertentu juga. Jika kita terus melakukan pola yang sama, tanpa ada evaluasi dan introspeksi. Niscaya pasti akan menemukan muaranya, yaitu KEGAGALAN.

www.quantum-student.com


No comments:

Post a Comment