Wednesday, 18 July 2012

Akar Kehidupan Ku

my inspiration
Sebuah pohon yang subur, memiliki batang yang kokoh dan kuat, berdaun rindang, berbuah manis, sungguh sangat diharapkan perjumpaannya bagi seorang musafir yang tengah kelaparan di siang hari yang terik. Taukah sahabat, bagian mana yang paling berperan dalam tumbuh dan berkembangnya pohon itu…? Yang sering kali banyak orang melupakannya.
Yang sering kali orang abai terhadapnya. Kebanyakan orang hanya kagum terhadap apa yang dilihat dan dirasakannya. Karena memang itu yang nampak oleh pengelihatan kita semua.
Ya, benar sekali. Bagian itu adalah akar. Bagian inilah yang berperan men-suport makanan. Mencari dan mengalirkan air dan nutrisi yang dibutuhkan daun untuk “memasak” makanannya.

Apapun akan dilakukan akar demi tumbuh dan berkembangnya pohon kesayangannya. Akar tetap semangat menembus tanah, bahkan tidak jarang terhalang batu yang sulit ditembus. Sakit memang, namun karena cintanya lah dia rela merasakan sakit itu. Apa yang diterima akar? Tidak, akar tidak menerima apapun. Akar hanya akan senang dan bahagia ketika melihat hasil (buah) jerih-payahnya dirasakan banyak orang.

Tepat tanggal 4 Maret 2002, akar kehidupanku pun di panggil oleh yang memilikinya. Dia meninggalkanku. Meninggalkan sejuta gambaran hidup yang dia perlihatkan kepadaku. Meninggalkan prinsip hidup yang mengakar kuat di benakku. Dengan cinta dan kelembutannya dia selalu berpesan agar aku harus menghentikan kebiasaanku yang sering menangis, bahwa hidup terlalu keras untuk disikapi dengan air mata, kemanjaan dan keluhan. 

Dia lah nenek ku, sosok wanita tangguh penuh cinta, dialah pelindung dikala kenakalanku membuat ibuku marah, pelukannya selalu hangat dan mampu menghapus butiran air mataku, canda ria selalu diperlihatkan padaku, disela penatnya menghidupi 7 orang anak, di kota jakarta. Apapun akan dilakukannya, selama itu halal, hanya untuk bertahan hidup. 

Semua itu dilakukan dengan kekuatan yang bernama "cinta". Sebuah kekuatan yang unstopable yang selalu berkobar. Ketika semua orang berbicara tentang cinta, mencari sosok orang yang mampu mencintai apa adanya. Sayangnya banyak orang terjebak dalam menentukan sosok yang belum tentu mencintai mereka dengan tulus. Silahkan saja mencari "who loves you?" bagiku, tidak ada orang yang mampu mencintaiku lebih dari pada sosok nenek kesayanganku.

Pernah suatu ketika, aku mengabarkan tentang kelulusan ku dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hingga sarjana, seketika itu wajah lelahnya berubah, begitu bahagianya dia mendengar ucapanku, seolah harapannya akan segera menjadi nyata, itu yang terlihat jelas dari sorot matanya yang tersirat di wajahnya. Mungkin dalam hatinya bertanya, “inikah hasil dari perjuangan hidupku?”. Dan saat ini aku akan menjawab pertanyaannya, bahwa benar, semua yang aku raih, semua itu hasil perjuangannya dan dilanjutkan oleh kedua orang tuaku. 




Saat-saat beristirahat, aku selalu tidur dipangkuannya, dan saling bercerita apapun tentang pengalaman hidup, harapan dan cita-cita. Satu hal yang sangat diinginkannya adalah naik haji, saat itu aku berjanji, jika kelak aku dewasa dan sudah berpenghasilan, aku akan membawanya naik haji. Namun sayang, belum sempat terwujud, nenek ku sudah pergi meninggalkanku. Saat itu aku belum lulus kuliah. 


Namun, harapan terbesarnya itu selalu ku ingat, dan aku berjanji dalam hati. Aku sendiri yang akan menghajikan nenek ku, aku sendiri yang akan mem-badal-kan hajinya. Bersyukur Alloh mengabulkan pintaku, hajiku yang ke dua aku persembahkan untuk nenekku yang amat sangat ku cinta. Walaupun aku sangat menginginkan menuntunnya saat tawaf, sa'i atau pada saat melontar jumroh. Hanya itu yang mampu aku berikan sebagai balasan besarnya cinta yang telah kau curahkan kepadaku. Untaian doa tulus selalu aku ucapkan agar Alloh mengampuni dosa mu, serta menerima amal ibadahmu.


Tetaplah menjadi akar kehidupanku, meskipun kau tak lagi mampu menghapus tangis kerinduanku, meskipun kau tak lagi dapat menghiburku disaat cobaan menghampiriku, meskipun kau tak dapat merayakan keberhasilanku, Satu hal yang dapat aku janjikan bahwa aku tidak akan menyerah terhadap kehidupan ini, sehingga aku dapat menjadi buah yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Tetaplah menjadi akar kehidupanku…


No comments:

Post a Comment