Wednesday, 17 October 2012

Rizki Datang Dari ALLOOH SWT

Sebagian besar waktu manusia dihabiskan untuk melakukan aktivitas mencari rizki, dalam arti materi. Berbagai macam alasan, untuk apa mereka mencari rizki. Ada yang takut miskin, ingin kaya, ada yang ingin dapat bersenang-senang memiliki apapun yang diinginkan, ada pula yang menjadikan rizkinya sebagai sarana dalam menyempurnakan ibadah, eit.. jangan salah, ibadah juga butuh uang loh, biar lebih khusu atau lebih tenang dan nyaman. 


Contoh, untuk sholat saja, kita diwajibkan menutup aurat, dengan badan yang bersih, tempat yang nyaman. Bisa di bayangkan bila kita sholat di tempat (*mohon maaf) kumuh dan berdekatan dengan pembuangan sampah, gimana rasanya menghirup bau-bauan yang kurang enak… ? Sholat di sebuah rumah yang terbuat dari kardus atau seng bekas di siang hari. Bisa dirasakan panasnya… ? kira-kira apakah bisa khusu… ? Waduh… membayangkan saja sudah… hmm… Itu baru sholat, belum ibadah yang lain yang pastinya membutuhkan biaya lebih dari pada sekedar sholat, ibadah haji misalnya.

Itulah sebabnya banyak orang rela melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Sebagian orang ada yang mudah memperolehnya, ada juga yang sulit untuk mendapatkannya. Berbagai upaya telah dilakukan, namun hasil yang diinginkan tak kunjung datang. Untuk kasus semacam ini, kebanyakan orang mudah terserang penyakit ‘menyalahkan’ dan berburuk sangka dengan mengatakan bahwa Allooh tidak adil, atau pernyataan lain yang jauh dari mengintrospeksi diri sendiri. Bisa saja, upaya keras yang telah dia lakukan memang tidak mendekatkan dream dikarenakan kurangnya ilmu untuk melakukan itu. Mereka yang terjangkit penyakit ini, mengganggap diri nya paling pintar, dan apa yang sudah dilakukan sudah benar.Padahal bumi pun memiliki hukumnya tersendiri, yaitu sebab akibat.

Jika kita cermati, hakekat bekerja dan berusaha sangat jauh berbeda pembahasannya dengan rezeki yang kita terima. Bekerja dan berusaha dapat dapat bernilai ibadah di hadapan Allooh jika dilakukan dengan niat semata-mata demi Allooh, karena Allooh memerintahkan kita untuk bertebaran di muka bumi dalam rangkan mencari rizki. Juga dengan cara-cara yang benar, yaitu dengan tetap mempertimbangkan halal haramnya. Sedangkan rezeki merupakan “given” (pemberian/hadiah) dari Allooh, kita tidak dapat mendikte Allooh untuk dapat memberikan sesuai yang kita inginkan.

Masalah rizki merupakan sesatu yang gaib, sesuatu yang di luar jangkauan manusia, sedangkan manusia merupakan mahluk yang nyata, dapat diindra (dapat dilihat, didengar, dan dirasakan keberadaannya). Jadi manusia hanya mampu melakukan apa yang bisa dijangkau akalnya, bisa dikontrol, serta yang bisa diindra. Tugas manusia hanya memastikan kakinya bergerak, karena dalam hidup bergerak mutlak dilakukan.

Manusia tidak mampu mengatur sesuatu yang di luar jangkauan akal dan indranya, hal itu dikarenakan sifat manusia yang lemah, terbatas serta membutuhkan kepada sesuatu yang lain.
Dalam memaknai bahwa “REZEKI DATANG DARI ALLOOH SWT” maka dalam hal ini terbagi setidaknya ada 3 type manusia dalam menyikapinya:
      1.   Mereka bekerja dan berusaha semaksimal mungkin
Orang type ini akan selalu berusaha memantaskan diri, untuk dapat rizki yang lebih dari Allooh, dengan memenuhi kaidah kausalitas (hubungan sebab-akibat). Menyempurnakan ikhtiar dan tawakal, tanpa memilih salah satunya (*silahkan lihat artikel saya terdahulu dengan judul rizeki, ikhtiar dan tawakal) 
     
    2.   Mereka bekerja dan berusaha sekedarnya saja, karena menganggap hasil merupakan hak preoregatif Allooh.
Orang type ini biasanya menyukai comfort zone (area yang aman-aman saja) mereka enggan mengambil resiko. Jika mereka berprinsip bekerja hanya untuk menggugurkan kewajiban saja atau sekedarnya saja, maka jangan protes dong jika Allooh memberikan orang type ini rizki yang sekedarnya saja… (hehehe..) 
      
    3.   Mereka bersikap pasrah, toh tanpa harus bekerja pun, jika  Allooh berkehendak maka akan diberikan juga.
Orang type ini hanya memaknai rizki datang dari Allooh hanya untuk melegitimasi kemalasannya saja, padahal islam sama sekali tidak menyukai orang malas, justru islam mendorong umatnya untuk berusaha memperbaiki nasibnya.

Hayoo… kira-kira anda termasuk type yang mana yach… ? (hihihi… )

No comments:

Post a Comment