Wednesday, 2 May 2012

Makna Bersyukur

Apabila kita mendapatkan sesuatu yang lebih dari biasa sehingga membuat kita merasa senang dan bahagia, dengan serta merta, lisan kita akan melontarkan Alhamdulillahirobbil ‘alamiin… Sebagai tanda ucapan syukur atas nikmat yang telah diberikan Alloh SWT. Dalam QS [14 :7] Bahwa sesungguhnya jika kita bersyukur, maka Allooh SWT akan menambahkan nikmatnya,
sebaliknya jika kita tidak bersyukur niscaya azab Allooh yang sangat pedih akan menanti.

Dari dua pernyataan tersebut diatas, sesungguhnya makna BERSYUKUR menjadi lebih dalam dari pada sekedar ucapan semata. Bersyukur yang biasa kita maknai hanya sebatas perbandingan saja. Apabila susuatu itu lebih baik maka kita akan bersyukur. Ketika sakit misalnya, kita akan tiba-tiba menjadi orang bijak dengan menasehati orang yang sehat untuk mensyukuri nikmat kesehatannya. Namun ketika dalam keadaan sehat, kebanyakan dari kita melupakannya. Bersyukur hanya ketika mendapatkan materi yang banyak saja… (huss… jangan buka kartu begitu doong :) )

Kembali ke makna bersyukur, bersyukur wajib kita lakukan, jika tidak maka azab Allooh yang pedih siap menanti. Apa itu bersyukur… ? Bersyukur adalah menjadikan diri kita hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari pada hari ini. Jika hal ini belum kita lakukan, maka kita tidak akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik, setuju… ? Karena dalam hal ini berlaku hubungan sebab akibat (kaidah kausalitas).

Berkompetisilah dengan diri sendiri untuk membuatnya lebih baik setiap harinya.  Berhenti menyalahkan orang lain dan lingkungan, buat komitmen pada diri sendiri, bahwa apapun yang tidak kita kehendaki terjadi, SAYALAH YANG BERTANGGUNGJAWAB atas semuanya. Selalu introspeksi dan evaluasi, bahwa yakinlah Allooh SWT mencintai hambanya yang selalu ingin memperbaiki diri, senantiasa belajar dari kesalahan. Orang yang mulia atau sukses sesungguhnya orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Tapi mereka menjadikan kesalahannya sebagai bahan untuk belajar, untuk tidak mengulanginya di kemudian hari.

Tanyakan pada diri sendiri (muhasabah) apakah ibadah kita lebih baik dari pada hari kemarin… ? Ilmu apa yang sudah kita pelajari hari ini untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan yang akan datang… ? Apakah hubungan keluarga kita lebih baik… ? Bagaimana dengan hubungan tetangga, relasi atau mitra kerja… ? Bagaimana dengan bisnis kita… ? Kesejahteraan karyawan… ? Kepuasan pelanggan… ? Perolehan keuntungan… ? dan lain sebagainya.

Jika semua pertanyaan yang kita tanyakan menjawab sama saja seperti hari kemarin, atau malah lebih parah. Perbanyaklah Istighfar, mohon ampun kepada Allooh. Agar kita selamat dari azabnya.

No comments:

Post a Comment