Wednesday, 25 April 2012

Mencari Solusi Ala Matematika

http://www.santinabila.com/2012/04/mencari-solusi-ala-matematika.html
Beberapa siswa sering kali bertanya, mencari pembenaran alasan mereka yang menganggap bahwa pelajaran matematika itu sungguh membosankan, menyebalkan, bikin pusing, dan banyak lagi alasan negatif yang terlontar dari pengkuan jujur mereka. Malah ada yang lebih ekstrem, nafasnya menjadi sesak seketika apabila mengerjakan eksak… 


Yang mengidap syndrom matematika model kayak gini ternyata jumlahnya ngga sedikit lho… (prihatin.com)
coba deh kita inget-inget sedikit ajah.. (#jangan banyak-banyak) takut kambuh syndromnya… hehehe. Dari zaman Fir’aun nganggur sampe zaman saiki, matematika identik dengan mencari nilai “x”. Betul… ? (yang senyum-senyum sambil angguk-angguk berarti udah bisa membayangkan). Artinya apa…? artinya, matematika adalah salah satu ilmu dalam memecahan masalah dan mencari solusi.

Pelajaran matematika menuntun cara berfikir kita untuk keluar dari masalah yang ditanyakan dalam soal. Bisa dibayangkan ngga, kalo kita mampu menjawab soal yang kata sebagian besar temen kita yang bilang sulit, ternyata kita mampu menjawabnya dan benar pula. So pasti seneng ‘n bangganya ampe pengen terbang ke langit ketujuh. Tul ngga… ? hehehe…

Begitu juga di kehidupan nyata, masalah itu ngga di undang juga datang… ngga dipinta juga dikasih… ngga diharapkan juga nongol… (* hadeehh… sambil geleng-geleng kepala) Pertanyaannya, kira-kira polanya sama ngga dengan problematika matematika…? Yups, bener sekalli QS Lovers, sama persis, intinya masalah. Gimana kita memecahkannya sekaligus mencari solusinya. Mulai dari TK kita sudah diperkenalkan matematika. Maksudnya apa… ?, ya… biar kita berlatih secara mental, sehingga ketika mengalami masalah kehidupan nyata kita semua siap secara mental, tidak cepat menyerah, tidak mudah putus aja, selalu bersemangat menghadapi masalah, selalu optimis dan percaya bahwa setiap masalah pasti dapat diselesaikan.

Semoga sekarang sudah insyaf dan syndrom sesak nafasnya sudah sembuh seketika. Hehehe… Secara, sekarang khan sudah tahu, seberapa pentingnya matematika. Jika kita terbiasa lari dari pelajaran matematika dengan mengambil jalan pintas, alias nyontek. Terus bisa dibayangkan ngga kalo kita punya masalah yang real menimpa kita. Apakah dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan, yaitu laridari kenyataan.. ? mencari jalan pintas tanpa menghiraukan hukum-hukum islam, bisa-bisa bunuh diri tuh… ? na’udzhu billah…. Tapi yang pasti, itu bukan siswa kamu khan...?

No comments:

Post a Comment